KELOMPOK BUNGA CEMPAKA
NAMA KELOMPOK
AULIA KUSUMA WARDANI (11513500)
MUHAMMAD AL-AZHAR (15513822)
NATASHA ERINIA(16513353)
PRIMA NUR HAKIM (16513924)
RISKA INDRASWARI (17513794)
YANITA RAHMA JUITA (19513806)
Review
Film
“Saving
Private Ryan”
Film
ini bertemakan peperangan pada saat invasi AS ke daratan Normandia, Prancis
pada perang dunia II. Film ini menceritakan tentang penjemputan / pencarian
seorang Prajurit yang bernama James Francis Ryan, seorang penerjun dari satuan
101st Airborne untuk dibawa kembali pulang ke Amerika Serikat karena ketiga
kakaknya tewas dalam invasi, dua kakak tertua nya tewas dalam invasi di pantai
Omaha, Normandia dan satu lagi tewas dalam penyerangan melawan Jepang di Nugini.
Oleh karena itu, General George C. Marshall selaku pemimpin militer tertinggi
AS memerintahkan pada Capt. John Miller untuk mencari dan menjemput Prajurit
tersebut. Akhirnya, Capt. John Miller membentuk sebuah tim kecil yang
beranggotakan 8 orang, yakni Sergeant Mike Horvath, Private First Class (PFC)
Reiben, Private Jackson, Private Mellish, Private Caparzo, Ahli Medis Wade,
Upham (penerjemah). Dengan minimnya informasi tentang Ryan, tim “8” ini pun
pergi ke Neuville. Namun, tim pun harus kehilangan Private Caparzo yang
tertembak oleh sniper Jerman yang bersembunyi di menara sebuah gereja.
Kemudian, tim melanjutkan perjalanan dan menemukan seorang perwira yang bernama
James Frederick Ryan, yang ternyata salah orang. Dalam perjalanan pun tim
diberi tahu untuk menuju Vierville, yang disebut – sebut titik pendaratan
pasukan penerjun.
Beruntung,
dalam pencarian tersebut tim bertemu dengan seorang prajurit sekelompok dengan
Ryan dan ia mengatakan bahwa semua anggota penerjun terpencar, namun mereka
memiliki rally point di Ramelle. Tanpa banyak waktu tim pun langsung
melanjutkan perjalanan ke Ramelle. Saat perjalanan menuju Ramelle, tim melewati
sebuah pertahanan radar yang tidak terpakai milik Jerman. Dalam penyerbuan itu,
Irwin Wade, Anggota medis pun tertembak dan tewas.
Pada
saat perjalanan menuju Ramelle, tim dihadang sebuah kendaraan taktis milik
Jerman. Tim pun berhasil menghancurkan kendaraan tersebut dibantu dengan tim
kecil lain yang di dalamnya tergabung PFC Ryan, prajurit yang dicari – cari
tersebut. Kemudian Capt. Miller memberitahukan perihal maksud dari misinya,
yaitu membawa PFC James Ryan pulang ke AS karena ketiga kakaknya tewas dalam
perang. PFC Ryan awalnya menolak untuk pulang dan ingin melanjutkan perang di
Ramelle, namun ketika mendengar perkataan Reiben bahwa sudah 2 orang tim nya
(Caparzo dan Wade) tewas dalam pencarian dirinya, Ryan pun luluh. Namun, basis
tempat pasukan Ryan adalah perbatasan wilayah dan pasukan Jerman akan datang
menyerang. Pasukan Capt. John Miller pun ikut turut membantu dan melawan
pasukan Jerman yang datang dengan persenjataan lengkapnya. Satu per satu
anggota Tim Miller pun tewas dan ketika Tim Miller terdesak dan ingin
menghancurkan jembatan yang menghubungkan dengan wilayah lain, muncul kembali
prajurit Jerman yang dilepas oleh Capt. Miller pada saat penyerbuan di dekat
Ramelle. Pada saat terluka parah, Capt. Miller pun menembaki Tank Tiger hingga
muncul P-51 Tank Destroyer. Dan tim pun akhirnya memenangkan pertempuran
tersebut.
Analisis
Film
“Saving
Private Ryan”
Menurut
analisis kelompok kami mengenai film ini menceritakan bahwa seorang pemimpin
rela berkorban untuk para prajuritnya di medan perang, bahkan sampai
mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan Ryan misi utama kelompok tersebut, hal
ini dapat dilihat dari pemimpin prajurit yang di perankan oleh Tom hank sebagai
Kapten Miller.
Jika dikaitan dengan
teori leadership sebelumnya dapat dijelaskan sebagai berikut
1.
Kapten miller memiliki gaya
leadership teori Y karena sebagi pemimpin ia percaya bahwa prajuritnya adalah
orang yang kompeten dibidangnya dan tak perlu diawasi dan diancam secara ketat
karena masing-masing mereka memiliki pengendalian serta pengarahan diri untuk
bekerja sesuai tujuan tim yaitu mencari Ryan.
2.
Dari Teori sistem 4 rensis
likert Kapten Miller memiliki sifat Parsitipative, hal ini tampak pada
dipencarnya 8 orang menjadi 2 tim dan komunikasi mereka antara tim tidak
terputus dan segala bentuk keputusan dikomunikasikan bersama.
3.
Dari teori leadership pattern
dari tannebaum dan scmidct, pemimpin memberikan keputusan yang tentatif dan
keputusan masih dapat diubah karena sebagai pemimpin perang ia harus segera
mengambil keputusan dan keputusan itu dapat berubah apabila keputusan tersebut
tidak memungkinkan untuk diambil atau bisa mengancam nyawa anggota tim lainnya.
4.
Dari teori modern choice
approach to particiption, konsep decision tree of leadership dari vroom dan
yeton adalah gaya leadership CII (consultative) adalah membagi permasalahannya
secara berkelompok dan setelah itu membuat keputusan yang unilateral.
5.
Dengan teori kepemimpinan dari
konsep contigency theory of leadership dari fiedler, karena Kapten Miller
adalah orang yang kompeten dan memiliki intelegensi yang tinggi, ia dapat
memformulasikan rencana-rencana serangan perang dan mengambil keputusan dengan
tindakan-tindakan yang strategis dan efektif.
6.
Dengan teori kepemimpinan path
goal theory, kapten miller mengarahkan tentang apa yang harus dilakukan oleh
pasukannya dan membuat pertahanan diri untuk serangan dari para tentara Jerman
dan memperjelas perannya sebagai pemimpin pasukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar