Sabtu, 22 Oktober 2016

Biopsikologi - Rangkuman metabolisme

METABOLISME
                         Metabolisme adalah istilah yang mengacu pada perubahan-perubahan kimiawi yang terjadi di dalam tubuh untuk pelaksanaan berbagai fungsi vitalnya. Setiap sel terdiri atas protoplasma yang memiliki kemampuan memungut oksigen dan bahan keperluan lainnya, dan menyisihkan bahan tertentu lainnya sebagai barang buangan, termasuk karbon dioksida. Namun, antara berbagai perubahan yang terjadi di dalam sel itu terdapat bidang kegiatan kimiawi yang luas dan fungsi tubuh yang sangat erat, yang bergantung dari kegiatan tersebut.            Terdapat keseimbangan terus-menerus antara pembangunan atau metabolisme berbagai unsur-unsur kompleks dan jaringan yang memakan energi, dan penghancuran atau katabolisme unsure-unsur kompleks yang membebaskan energi. Pada masa pertumbuhan atau masa penyembuhan dari penyakit terdapat anabolisme yang lebih kuat. Pada waktu mati kelaparan atau penyakit terdapat katabolisme predominan.Metabolisme merupakan transformasi energi dari berbagai reaksi kimia. Metabolisme dibagi menjadi dua, yaitu katabolisme dan anabolisme.Katabolisme adalah reaksi pemecahan /pembongkaran senyawa kimia kompleks yang mengandung energy tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energy lebih rendah. Tujuan utama katabolisme adalah untuk membebaskan energy yang terkandung di dalam senyawa sumber. Bila pembongkaran suatu zat dalam lingkungan cukup oksigen (aerob) disebut proses respirasi, bila dalam lingkungan tanpa oksigen (anaerob) disebut fermentasi.
Contoh Respirasi:    C6H12O6 + O2      6 CO2 + 6H2O + 688 kkal                                                      (Glukosa) Contoh Fermentasi: C6H12O6                      2 C2H5OH + 2 CO2 + energi                                                (Glukosa)                (Etanol)
Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks, nama lain dari anabolisme adalah peristiwa sintesis atau penyusunan. Anabolisme memerlukan energi, misalnya : energi cahaya untuk fotosintesis, energi kimia untuk kemosintesis.
Kecepatan Metabolisme. Metabolisme basal ialah itilah untuk menunjukkan jumlah keseluruhan aktivitas metabolisme, dengan tubuh dalam keadaan istirahat fisik dan mental. Dalam keadaan ini diperlukan oksigen paling sedikit karena jaringan sedang bekerja paling sedikit.
            Kecepatan Metabolisme Basal diukur pada orang yang sedang istirahat di tempat tidur, belum makan dan minum sewaktu malam, dan yang belum terganggu. Baik pemasukan oksigen maupun pengeluaran karbon dioksida diukur. 
            Faktor Utama yang memengaruhi kecepatan metabolisme mencakup: ukuran tubuh, umur, seks, dan iklim yang mencakup derajat panas, jenis pakaian yang dipakai, dan jenis pekerjaan. Jelas bahwa kecepatan metabolisme tergantung dari kegiatan perseorangan. Seorang buruh bangunan akan lebih tinggi kecepatan metabolismenya daripada seorang pekerja kantor yang menjalankan hidup dengan lebih banyak duduk.            Keadaan tegangan saraf merupakan faktor terpenting karena hal ini akan memengaruhi kecepatan pernapasan serta kecepatan dan kekuatan kerja jantung.            Kecepatan metabolisme basal pada penyakit dipengaruhi beberapa kelainan pada kelenjar tiroid. Kegiatan  Kelenjar tiroid yang berlebihan menaikkan kecepatan metabolisme, seperti pada hipertirodisme. Kekurangan kegiatan kelenjarnya merendahkan kecepatan metabolisme, seperti pada kretinisme dan miksudema.          
Metabolisme Karbohidrat
        Sebagai hasil pencernaan dan absorpsi jenis gula dan jenis zat tepung ada di dalam darah sebagai glukosa. Kadar gula darah yang normal ialah 100 mg glukosa setiap ccm darah. Glukosa dapat segera difusikan ke dalam cairan jaringan dan ke dalam sel, dan konsentrasi glukosa yang sama terdapat di dalam cairan tubuh.Glukosa disimpan di dalam hati dan otot tulang-tulang sebagai glikogen. Proses ini menghendaki kegiatan insulin. Glikogen dalam otot digunakan sewaktu aktivitas otot dan diisi kembali dengan glukosa darah menurut kebutuhan.Dalam banyak penyakit diperlukan tambahan kalori oleh badan, dan Karena karbohidrat termasuk jenis makanan yang paling mudah dicernakan dan diasimilasikan, maka makanan tambahannya lebih banyak berupa karbohidrat daripada protein atau lemak.
PencernaanPtialin (amylase ludah) mengubah zat tepung masak menjadi maltose. Amilase mengubah semua zat tepung menjadi maltose.           Enzim dalam usus:           Invertase                         menghasilkan pemecahan                 laevulosa           Maltase                          akhir pada maltose menjadi              glukosa, dan           Laktase                           berbagai monosakarida                    galaktosa.
AbsorpsiMonosakarida diserap ke dalam darah-persentase gula darah dipertahankan karena pengendalian insulin dan aktivitas hati. Didalam jaringan terjadi oksidasi karbohidrat untuk menyediakan panas dan energy. Kelebihannya disimpan sebagai lemak dan penambahan berat badan.           Sewaktu proses pembakaran, CO2 disingkirkan sebagai produk buangan.Produk buangan sebagai hasil pembakaran karbohidrat di dalam jaringan diekskresikan:           Oleh paru-paru            : air ( H2O) dan karbon dioksida (CO2)           Dari kulit                     : airDi dalam urine                        : air
Metabolisme LemakLemak yang tidak segera diperlukan setelah diabsorpsi ( lihat bawah) disimpan tubuh di dalam jaringan adipose. Bila diperlukan maka akan dikeluarkan dari tempat penyimpanan itu dan di dalam hati diubah menjadi gliserol dan asam lemak, yaitu bentuk yang paling mudah dapt digunakan di dalam tubuh.                Bila lemak telah dimetaboliskan oleh hati maka terdapat residu(ampas) zat keton yang oleh tubuh hanya terbatas dapat digunakan. Bila oleh hati lebih banyak dihasilkan daripda yang dapat digunakan  maka di dalam darah menjadi tertimbun dan menyebabkan keadaan yang disebut ketosis. Hal ini terjadi pada orang yang kelaparan bila tubuh tidak mempunyai sesuatu untuk digunakan selain lemak di dalam jaringan adipose; pada diabetes dan pada diet yang berisi terlampau banyak lemak dan kurang karbohidrat.Pencernaaan. Lipase gastrik menghasilkan sedikit hidrolisis lemak.            Lipase Pankreas          memecahkan lemak menjadi gliserin            Lipase Usus                 dan asam lemak.Absorpsi gliserin dan asam lemak oleh lakteal yang disalurkan ke duktus toraksika, dan masuk ke dalam aliran daerah. Di dalam darah lemak diantarkan ke setiap sel tubuh.            Hati membantu mengoksidasikan lemak dan mempersiapkan lemak untuk disimpan di dalam jaringan. Istilah desaturasi lemak adakalanya digunakan untuk menggambarkankegiatan persiapan hati atas lemak. Di dalam jaringan sebagian lemak dioksidasikan (dalam keadaaan ada karbohidrat) untuk member panas dan energy. Beberapa bagian lemak disimpan di dalam tempat penyimpanan lemak. (lemak simpanan ini mengandung vitamin A dan D).            Produk buangan ini sebagai hasil pembakaran lemak di dalam jaringan diekskresikan:Oleh paru-paru                        : air dan karbon dioksidaOleh kulit                                : airOleh ginjal                               : air



Metabolisme ProteinSejumlah besar asam amino dibentuk sebagai hasil pencernaan protein dan semua ini membentuk tempat penyimpanan (‘pool” asam amino), tempat sel tubuh mengambil protein yang diperlukannya. Sebenarnya hanya Sembilan jenis asam amino yang penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Bila makanan berisi kelebihan proteinmaka kelebihan asam amino dipecah di dalam hati untuk mengeluarkan nitrogennya dan yang ditinggalkan hanya karbon, hydrogen, dan oksigen yang dapat digunakan untuk produksi panas dan energi. Sebaliknya bila protein yang masuk tidak mencukupi, seperti pada kelaparan, maka bukan saja simpanan karbohidrat dan lemak dipakai habis, tetapi juga ada kehilangan protein tubuh yang tampak pada mengurusnya otot. Sebuah contoh terlihat pada kuashiorkor , terutama terjadi di Negara belum berkembang bila protein sangat kurang di dalam diet.Pencernaaan. Di dalam lambung:Pepsin (dengan HCL) mengubah protein menjadi pepton.Rennin menghasilkan kasein dari kaseinogen.Pepsin  (dengan HCL) mengubah kasein menjadi pepton.
Di dalam usus:Tripsin memecahkan protein dan pepton menjadi polipeptida.Erepsin kemudian memecahkan polipeptida menjadi asam amino.
Absorpsi. Di dalam darah, asam amino membawa nitrogen dan zat belerang ke setiap sel di dalam tubuh.            Sel tubuh memisahkan asam amino yang khusus diperlukan setiap sel untuk perbaikan dan pertumbuhan.Hati memecah asam amino, dan dari proses ini terbentuk urea; seproduk buangan sebagai hasil metabolisme protein di dalam jaringan terdapat: urea, asam urat, dan kreatinin. Bahan-bahan ini diekskresikan di dalam urine.Protein tidak ditimbun di dalam tubuh, tetapi kelebihannya diekskresikan terutama di dalam urine.Pengendalian metabolisme. Jika kita memperhatikan koordinasi antara aktivitas berbagai organ tubuh maka akan jelas bahwa terdapat suatu mekanisme pengendali yang ajaib berfungsi untuk memastikan bahwa setiap sel sebuah organisasi, yaitu tubuh. Dua faktor pengendali paling penting adalah:System persarafan , yang pusat dan yang tak sadar. Sebuah contoh bila sekelompok otot tidak mendapat pelayanan saraf adalah kelumpuhan pada anak-anak, otot-otot mengurus karena bagian itu berhenti berfungsi dan pertumbuhan terhambat.            Organ endokrin. Sudah diketahui bahwa organ-organ tertentu disebut endokrin, dan menghasilkan zat yang bersifat kimiawi yang mengawasi kesehatan tubuh. Dengan cara demikian menimbulkan perubahan dan organ lain. Misalnya bisa sekresi kelenjar tiroid dihilangkan maka aktivitas metabolic berkurang; dan sebaliknya bila sekresinya diperbesar atau bersifat abnormal, maka metabolisme berjalan dengan kecepatan lebih besar. Misalnya pada hipertiroidisma ada kenaikan suhu dan denyut nadi lebih cepat yang khas, dan jaringan memerlukan persediaan oksigen lebih banyak.            Hal lain yang perlu diperhatikan dalam hubungan dengan pengendalian dan pengaturan metabolisme adalah kenyataan bahwa penambahan aktivitas suatu organ dapat dan memang sering menambah aktivitas organ lain. Misalnya aktivitas otot menghasilkan penyingkiran karbon dioksida dengan lebih baik. Hadirnya gas ini di dalam darah merangsang aktivitas pernapasan; alhasil lebih banyak oksigen dimasukkan dan jantung berdebar lebih kuat guna mendistribusikan oksigen ke semua jaringan ; dalam hal ini khususnya ke otot-otot yang memerlukannya untuk dibuat energy dan untuk penyingkiran produk buangan.

Cara Mempertahankan Suhu TubuhSuhu tubuh yang normal adalah 36,89oC dan naik –turunnya berkisar antara 36,11o sampai 37,22o C. Perbedaan hariannya kira-kira satu derajat , tingkat terendah dicapai pagi-pagi hari dan titik tertinggi antara pukul 5 dan pukul 7 petang.            Suhu normal ini dipertahankan dengan imbangan yang tepat antara panas yang dihasilkan dan panas yang hilang dan hal ini dikendalikan oleh pusat pengaturan panas di dalam hipotalamus yang sangat peka terhadap suhu dari darah yang melaluinya dan yang bekerja sebagai termostat.            Panas dihasilkan oleh aktivitas metabolic di dalam otot tulang dan hati. Glikogen yang disimpan di dalam hati diubah menjadi glukosa yang dapat digunakan dan dioksidasikan untuk menghasilkan panas. Untuk mempertahankan produksi panas yang normal maka diperlukan sejumlah tepat bahan bakar. Aktivitas metabolic (kecepatan oksidasi) harus disesuaikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang timbul; misalnya pada kerja aktif atau dalam keadaan istirahat, pemasukan makanan pada waktu makan dan jangka waktu antara waktu makan, reaksi pada emosi seseorang, suhu luar, pakaian yang dipakai, dan sebagainya.            Panas berlebihan biasanya disebabkan kombinasi suhu luar, kegiatan fisik, dan keringat tak esuai.            Pelepasan panas dirangsang oleh vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) dalam kulit dan oleh pengeluaran keringat; penyimpanan panas oleh vasokonstriksi (penyempitan saluran darah) dan pengurangan keringat. Sebaliknya bila suhu tubuh diturunkan karena vasokonstriksi yang berlangsung lama, yang barangkali disebabkan dingin atau kelaparan, maka dapat terjadi gigil atau gemetar kalau otot berkontraksi untuk menghangatkan tubuh.

SUHU TUBUH
Suhu tubuh adalah  keadaan seimbang antara produksi panas tubuh dan kehilangan panas dari tubuh. diukur dengan derajat.n  Hipotermi, bila suhu tubuh kurang dari 36°Cn  Normal, bila suhu tubuh berkisar antara 36 - 37,5°Cn  Febris / pireksia, bila suhu tubuh antara 37,5 - 40°Cn  Hipertermi, bila suhu tubuh lebih dari 40°

PENGATURAN SUHU TUBUHSuhu tubuh diatur oleh sistem saraf dan sistem endokrin
  1. Sistem Saraf
            Pusat pengatur suhu tubuh  hipotalamus→ preoptik hipotalamus anterior.            Pemanasan → vasodilatasi              Dingin → vasokonstriksi2. Sistem Endokrina.   Medula adrenal : Dingin mengakibatkan sekresi yg menstimulasi metabolisme shg meningkatkan pembentukan panas.b.   Kelenjar tiroid : Dingin meningkatkan skresi tiroksin yg mengakibatkan peningkatan metabolisme dan pembentukan panasHormone kelamin pria dapat meningkatkan kecepatan metabolisme basal kira-kira 10-15% kecepatan normal, menyebabkan peningkatan produksi panas. Pada perempuan, fluktuasi suhu lebih bervariasi dari pada laki-laki karena pengeluaran hormon progesterone pada masa ovulasi meningkatkan suhu tubuh sekitar 0,3 – 0,6°C di atas suhu basal. Hormon pertumbuhan ( growth hormone ) dapat menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme sebesar 15-20%. Akibatnya, produksi panas tubuh juga meningkat. 3.    PRODUKSI PANAS/
HEAT PRODUCTION
HEAT PRODUCTION5 Faktor penting produksi panas            a. BMR ( Basal Metabolisme Rate )            b. Aktifitas otot            c. Pengeluaran tiroxin            d. Stimulasi simpatis,epinephrin dan norepineptin            e. Demam
4.    KEHILANGAN PANAS/
HEAT LOSS
HEAT LOSS4 Mekanisme kehilangan panas:a. Konduksi : Perpindahan lgsung dari badan ke obyek tanpa gerakan Kompresb. Konveksi : Melalui sirkulasi :Kipas anginc. Radiasi    : Diantara kulit dan lingkungand. Evaporasi : Penguapan ( Insensibel water loss mis, pernafasan,kulit,)
Regulasi suhu tubuhManusia mempunyai komponen dalam menjaga keseimbangan energi dan keseimbangan suhu tubuh pada kisaran 37,0 ± 2°c, diantaranya adalah hipotalamus, asupan makanan, kelenjar keringat, pembuluh darah kulit dan otot rangka. Pemakaian energi oleh tubuh menghasilkan panas yang penting dalam pengaturan suhu tubuh. Manusia dapat hidup di beberapa wilayah dengan suhu yang berbeda, oleh karena itu mereka harus terus-menerus mengatur panas internal untuk mempertahankan suhu tubuh, karena kecepatan reaksi kimia sel bergantung pada suhu tubuh. Panas yang berlebihan dapat merusak protein sel.
HipotalamusHipotalamus adalah bagian yang sangat peka, yang  merupakan pusat integrasi utama untuk memelihara keseimbangan energi dan suhu tubuh. Hipotalamus berfungsi sebagai termostat tubuh, dengan menerima informasi dari berbagai bagian tubuh di kulit. Penyesuaian dikoordinasi dengan sangat rumit dalam mekanisme penambahan dan pengurangan suhu sesuai dengan keperluan untuk mengorekasi setiap penyimpangan suhu inti dari nilai patokan normal. Hipotalamus mampu berespon terhadap perubahan suhu darah sekecil 0,01ºc. Hipotalamus terus-menerus mendapat informasi mengenai suhu kulit dan suhu inti melalui reseptor khusus yang peka terhadap suhu yang disebut termoreseptor (reseptor hangat, dingin dan nyeri di perifer). Reseptor suhu sangat aktif selama perubahan temperatur. Sensasi suhu primer diadaptasi dengan sangat cepat. Suhu inti dipantau oleh termoreseptor sentral yang terletak di hipotalamus serta di susunan syaraf pusat dan organ abdomen

Kamis, 30 Juni 2016

PSIKOTERAPI - TERAPI KELUARGA DAN TERAPI KELOMPOK

Terapi Keluarga

A.   Pengertian Terapi Keluarga                 
Terapi keluarga adalah cara baru untuk mengetahui permasalahan seseorang, memahami perilaku, perkembangan simtom dan cara pemecahannya. Terapi keluarga juga dapat didefinisikan sebagai suatu proses interaktif yang berupaya membantu keluarga memperoleh keseimbangan homeostatis, sehingga setiap anggota keluarga dapat merasa nyaman. Terapi keluarga diperlukan jika terjadi hal yang tidak seimbang dalam keluarga, misalnya salah satu anggota keluarga mengembangkan suatu simtom tertentu yang tidak dapat ditoleransikan oleh anggota lainnya. Selain itu, terapi keluarga juga merupakan pendekatan terapeutik yang melihat masalah individu dalam konteks lingkungan, khususnya keluarga dan menitik beratkan pada proses interpersonal.
                                      
B.   Cara Melakukan Terapi Keluarga
Dalam terapi keluarga ada beberapa proses yang harus dijalankan. Ada empat langkah dalam proses terapi keluarga, proses tersebut yaitu:
1.      Mengikutsertakan keluarga
Melibatkan keluarga dalam terapi dengan melakukan pertemuan di rumah sehingga terapis mendapat informasi nyata tentang kehidupan keluarga dan dapat merancang strategi yang cocok untuk membantu pemecahan problem keluarga.
2.      Menilai masalah
Penilaian terhadap masalah mencakup pemahaman tentang kebutuhan, harapan, kekuatan keluarga dan riwayatnya.
3.      Strategi-strategi khusus
Terapis merancang strategi-strategi khusus untuk pemberian bantuan dengan menentukan macam intervensi yang sesuai dengan tujuan.
4.      Follow-up
Terapis memberi kesempatan pada keluarga untuk tetap berhubungan dengan terapis secara periodik untuk melihat perkembangan keluarga dan memberikan dukungan.

C.   Manfaat Terapi Keluarga
Manfaat terapi keluarga dibagi menjadi dua, yaitu manfaat bagi klien dan manfaat bagi keluarga.
1.      Manfaat untuk klien
a)      Mempercepat proses kesembuhan melalui dinamika kelompok
b)      Memperbaiki hubungan interpersonal klien dengan tiap anggota keluarga atau memperbaiki proses sosialisasi yang dibutuhkan dalam upaya rehabilitasi
c)      Menurunkan angka kekambuhan
2.      Manfaat untuk keluarga
a)      Memperbaiki fungsi dan struktur keluarga
b)      Keluarga mampu meningkatkan pengertian terhadap klien
c)      Keluarga mampu membantu proses rehabilitasi

D.   Kasus-Kasus yang diselesaikan dalam Terapi Keluarga
Beberapa kasus yang dapat diselesaikan dengan menggunakan terapi keluarga, yaitu:
1.      Anggota keluarga yang mengalami skizofrenia
2.      Anggota keluarga yang mengalami depresi
3.      Anggota keluarga yang mengalami ADHD
4.      Anggota keluarga yang mengalami psikosis
5.      Anggota keluarga yang mengalami gangguan mental lainnya

E.    Contoh yang Menggambarkan Terapi Keluarga
Klien merupakan anak pertama dari dua bersaudara, adik klien seorang perempuan yang merupakan saudara tiri klien. Sejak klien berusia 5 tahun, ibu dan ayah kandung klien memutuskan untuk bercerai. Ibu klien memutuskan untuk menikah lagi dan saat klien berusia 10 tahun, klien mendapat seorang adik dari hasil pernikahan ibu dan ayah tirinya. Dengan kehadiran adik tirinya, ibu dan ayah tiri cenderung membiarkan klien karena beranggapan klien telah dewasa dan dapat mengurus kebutuhan sendiri. Kemudian ayah tiri klien memutuskan untuk bercerai dengan ibu klien dan menikah dengan wanita lain. Ketika klien berusia 16 tahun, ibu klien mulai sakit-sakitan dan meminta klien untuk mencari pekerjaan agar bisa membiayai kebutuhan keluarga. Klien sering diejek teman-temannya bahwa klien adalah seorang anak yang miskin dan tidak memiliki uang. Klien merasa kecewa dan sakit hati tetapi lebih memilih untuk menyimpan perasaannya tanpa memberitahu keluarganya, sejak itu klien cenderung mengurung diri di kamar, marah-marah pada ibunya, mudah tersinggung dan mengancam akan membunuh ibunya. Selain itu, klien juga sering mendengar suara-suara yang mengatakan “jelek, goblok, miskin”. Suara-suara itu sangat mengganggu dan klien merasa heran karena suara tersebut tidak memiliki wujud seperti manusia. Hal ini membuat klien marah dan mencari sumber suara tersebut. Selain itu klien juga sering mendengar suara tersebut akan mencelakai dirinya, kejadian itu menambah kekhawatiran dan kegelisahan klien. Akhirnya pada tahun 2006 klien dimasukkan ke Rumah Sakit Jiwa karena klien mengancam ibunya dengan menggunakan senjata tajam dan merusak alat-alat rumah tangga.
Intervensi yang digunakan dalam terapi ini ada 2 macam, yaitu terapi suportif dan psikoedukasi kepada keluarga. Psikoedukasi kepada keluarga bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman mengenai permasalahan yang dialami klien kepada pihak keluarga dan meminta keluarga agar selalu memberikan dukungan dan pendampingan kepada klien. Salah satu sesi yang dijalani dalam terapi keluarga ini adalah sesi dimana klien berkunjung ke rumah klien, terapis akan menjelaskan kepada keluarga tentang kondisi-kondisi yang memungkinkan klien kambuh sehingga keluarga bisa waspada serta diagnosis dan pengobatannya.





Terapi Kelompok

A.   Pengertian Terapi Kelompok
Menurut Margaret E. Hartford terapi kelompok adalah metode pekerjaan sosial dengan namapengalaman-pengalaman kelompok yang digunakan oleh pekerja sosial sebagai medium praktik utama yang bertujuan untuk mempengaruhi keberfungsian sosial, pertumbuhan atau perubahan anggota-anggota kelompok.
Menurut Harleigh B. Trecker terapi kelompok adalah suatu metode khusus yang memberikan kesempatan-kesempatan kepada individu-individu  dan kelompok-kelompok untuk tumbuh dalam setting-setting fungsional pekerjaan sosial, rekreasi dan pendidikan.
Sedangkan  Menurut Grace L. Coyle terapi kelompok memungkinkan berbagai jenis kelompok berfungsi sedemikian rupa, sehingga interaksi kelompok dan kegiatan-kegiatan program memberikan kontribusi pada pertumbuhan individu-individu  dalam pencapaian tujuan-tujuan social yang diinginkan.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa terapi kelompok adalah suatu metode praktik yang bertujuan untuk mempengaruhi keberfungsian mengenai pekerjaan sosial, pendidikan  atau pencapaian-pencapaian sosial lainnya.

B.    Konsep Terapi Kelompok
Terapi kelompok merupakn suatu psikoterapi yang dilakukan sekelompok pasien bersama-sama berdiskusi satu sama lain yang dipimpin atau diarahkan oleh seorang terapis atau petugas kesehatan jiwa yang telah terlatih. Keuntungan yang diperoleh individu melalui terapi aktivitas kelompok ini adalah dukungan (support), pendidikan, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, meningkatkan kemampuan hubungan interpersonal dan meningkatkan uji realitas. Sehingga terapi aktivitas kelompok ini dapat dilakukan pada karakteristik ganggguan seperti, gangguan konsep diri, harga diri rendah, perubaha persepsi sensori halusinasi. Selain itu, dapat mengobati klien dalam jumlah banyak,  dapat mendiskusikan masalah secara kelompok. Belajar bermacam masalah dan belajar peran di dalam kelompok. Namun, pada terapi ini juga terdapat kekurangan yaitu, kehidupan pribadi klien tidak terlindungi dan klien sulit mengungkapkan masalahnya. Dengan sharing pengalaman pada klien dengan isolasi sosial diharapakan klien mampu membuka dirinya untuk berinteraksi dengan orang lain.

C.    Unsur-Unsur Terapi Kelompok
1.      Munculnya Gangguan
Psikoterapi kelompok menggunakan kekuatan terapeutik di dalam kelompok, interaksi konstruktif antara anggota dan intervensi dari pemimpin terlatih untuk mengubah tingkah laku, pikiran, dan perasaaan maladaptif dari seseorang yang secara emosional mengalami distress. Pada era yang secara finansial sangat ketat, terjadi penurunan titik berat pada psikoterapi individual dan penggunaan yang meluas pada pendekatan psikofarmakologis. Semakin banyak pasien yang dirawat dengan psikoterapi kelompok dibandingkan dengan bentuk verbal terapi lainnya.
2.      Tujuan Terapis
Menururt Hartforcd dan Alissi,  metode terapi kelompok digunakan untuk memellhara atau memperbaiki keberfungsian personal dan sosial para anggota kelompok dan beragam tujuan, yakni :
a.       Tujuan korektif
b.      Tujuan preventif
c.       Tujuan pertumbuhan sosial norma
d.      Tujuan peningkatan personal
e.        Tujuan peningkatan partisipasi dari tanggung jawab masyarakat.
Menururt Gisela Konofka, tujuan terapi kelompok adalah individualisasi, rasa memiliki (sense of belong), mengembangkan kemampuan dasar untuk berpartisipasi, meningkatkan kemampuan untuk memberikan kontribus pada keputusan-keputusan melalui pemikiran rasional dan penjelasan kelompok,meningkatkan respek terhadap keberbedaan orang lain, dan  mengembangkan iklim sosial yang hangat dan penuh penerimaan.

D.     Jenis-jenis terapi kelompok
1.      Terapi Kelompok Psikoanalisa
a)      Konsep psikoanalisa dijadikan terapi kelompok oleh Wolf (1957) dan Slavson (1964).
b)      Terdapat 4-5 pria dan 4-5 wanita dalam satu kelompok.
c)      Pertemuan berlangsung selama 90 menit dan tiga kali per minggu.
d)     Menurut Slavson, terapi kelompok berguna untuk membantu klien memperoleh insight,meningkatkan kesadaran emosional terhadap trauma yang terjadi pada masa kecil.
e)      Teknik-teknik teori psikoanalisa dalam konseling kelompok dilihat dari sudut kegiatan yang dilakukan. Kelompok dibedakan atas :
1)      Kelompok aksi (action group) yang dirancang dengan tugas utama mengerjakan sesuatu.
2)      Kelompok studi (study group) yang dirancang dengan tugas utama mempelajari seluk-beluk suatu bidang dengan menggunakan sumber-sumber tertentu.
3)      Kelompok diskusi (discussion group), yang dirancang dengan tujuan utama membahas bersama suatu masalah yang dihadapi.

2.      Psikodrama / Roleplay
a)      Dibuat oleh Jacob Moreno (1920), bertujuan untuk memberikan kesempatan pada klien untuk katarsis, berperilaku spontan, dan saling memahami antar-anggota.
b)      Ada tahap dimana klien memperagakan peristiwa hidupnya yang siginifikan dihadapan anggota lainnya.
c)      Ada juga tahap dimana anggota berperan menjadi klien dan klien menjadi individu yang berpengaruh dalam hidupnya dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran klien.
d)     Menurut Moreno, bermain peran lebih efektif untuk katarsis dan membebaskan klien untuk berkreasi.

3.      Analisis Transaksional
a)      Dikemukakan oleh Eric Berne (1950). Menurut Berne fokus pada pemahaman klien daripada pelepasan emosi klien, untuk memperoleh insight mengenai kesalahan transaksi yang terjadi.
b)      Diawali dengan kontrak ("Saya ingin berhenti merasa depresi") untuk membuat rencana terapi dan evaluasinya (mencari status ego, tipe transaksi/games, naskah hidup).

4.      Terapi Perilaku Berkelompok
a)      Beberapa orang dengan masalah perilaku yang sama dapat diterapi bersama.
b)      Terdapat tiga jenis terapi perilaku berkelompok yaitu  systematic desentizitation (terdiri dari klien-klien dengan phobia yang sama, bersama-sama belajar relaksasi), assertion training groups(anggota bermain peran melakukan perilaku asertif terhadap anggota lain, lalu yang lan memberi komentar) dan kontrol yang ditujukan terhadap perilaku tertentu (seperti makan berlebihan).

5.      T-Group / Sensitivity Training Group
a)      Ditujukan untuk individu normal.
b)      Kelompok terdiri dari 10-15 individu.
c)      Bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri, meningkatkan kepekaan perasaan, pikiran, dan tujuan terhadap orang lain, melatih kejujuran dan jadi diri sendiri, belajar memberi dan menerima umpan balik dan menyelesaikan konflik interpersonal.
d)     Hanya ada trainer yang membantu menentukan tujuan dan arah kelompok serta membantu anggota belajar dari pengalaman. 

6.      Encounter Groups
a)      Untuk mengatasi keterasingan terhadap lingkungan.
b)      Pandangan perasaan bahagia, merasa diri penuh, bertanggung jawab, punya hubungan dekat dengan orang lain, lebih jadi diri sendiri, dapat mencapai dan berbagi dengan orang lain adalah esensi sebagai manusia dan memfasilitasi individu untuk menjadi spontan dan merasakan keintiman bersama.
c)      Terapis tidak ikut campur dalam proses terapi. Pada awalnya anggota akan kebingungan, tapi lama kelamaan akan terjadi interaksi sehingga spontanitas dan keintiman dapat tercapai. ContohMarriage Encounte.

E.     Jenis dan Tujuan kelompok
Menurut Rawlins, Wiliams dan Beck (1993), jenis dan tujuan kelompok adalah :
1.      Kelompok terapeutik
Bertujuan mencegah masalah kesehatan, mendidik, mengembangkan potensi, meningkatkan kualitas kelompok dengan anggota saling bantu dalam menyelesaikan masalah.


2.      Terapi kelompok
Membuat sadar diri, meningkatkan hubungan interpersonal dan membuat perubahan
3.      Terapi aktivitas kelompok
Aktivitas dapat berupa latihan sosialisasi dalam kelompok yang dilakukan secara bertahap. Selain itu, dapat juga berupa melakukan hal yang menjadi hobinya seperti menyanyi. Saat melakukan hobi, terapis mengobservasi reaksi pasien berupa ekspresi perasaan secara nonverbal.
a)      Tujuan terapi kelompok adalah untuk meningkatkan kesadaran diri, meningkatkan hubungan interpersonal, membagi emosi atau perasaan yang dimiliki pasien dan agar pasien mandiri.
b)      Peran Terapis adalah terapis membantu, mendorong pasien secara aktif agar mencapai tujuan-tujuan dari terapi kelompok.
c)      Teknik-Teknik Terapi
Berikut sejumlah teknik yang dapat digunakan ketika melaksanakan terapi kelompok :
1)      Teknik yang melibatkan para anggota.
2)      Teknik yang melibatkan pemimpin.
3)      Menggunakan babak-babak terapeutik.
4)      Teknik sesekali membantu lebih dari satu anggota.
5)      Teknik untuk bekerja dengan Individu secara tidak langsung.
6)      Teknik yang menyebabkan para anggota berbagi pada tingkat lebih pribadi.

F.    Karakteristik Terapi Kelompok
1.      Pada umumnya terdiri dari 5-10 orang yang bertemu dengan terapis. Panjang sesi adalah 90-120 menit.
2.      Setting ruangan melingkar agar terapis dan anggota dapat saling melihat.
3.      Anggota kelompok heterogen (pekerjaan, tingkat pendidikan, rentang usia, dll).
4.      Jenis gangguan terkadang sama atau berbeda (sesuai kebutuhan).

G.    Kelebihan Terapi Kelompok
1.      Individu dilihat secara pribadi dan dalam interaksinya dengan lingkungan sehingga anggota menjadi lebih peka terhadap lingkungan.
2.      Anggota dapat melihat adanya masalah yang serupa di sekitar dirinya, sehingga memunculkan pemikiran "You are not alone".
3.      Adanya penerimaan dan dukungan kelompok yang pada awalnya diperlukan perasaan "kami". Anggota dapat melihat dan meniru anggota lain yang sukses dalam mengatasi masalah.
4.      Ada kesempatan untuk memperoleh umpan balik dari kelompok dan ada kesempatan untuk saling membantu antar-anggota, bukan hanya dari terapis
5.      Dengan adanya berbagai macam pribadi, kepekaan pikiran dan perasaan makin terasah. Pengalaman sebagai satu keluarga dapat memperbaiki perilaku. Kesuksesan anggota menjadi harapan bagi anggota lain untuk mencapai perubahan.
Kondisi klien terapi kelompok yang tidak di rekomendasikan yaitu :
a)      Klien dalam keadaan kritis.
b)      Takut bicara pada kelompok.
c)      Sangat tidk efektif dalam keterampilan sosialisasi (pemalu,agrsif, dll).
d)     Bila konfidensial adalah hal penting.



H.       Kekurangan Terapi Kelompok
1.   Tidak semua klien cocok seperti tertutup, masalah verbal, interaksi.
2.   Peran terapis menyebar seperti menangani banyak orang sekaligus.
3.   Sulit menumbuhkan kepercayaan kurang personal.
4.   Klien sangat tergantung dan berharap terlalu banyak pada kelompok.
5.   Kelompok tidak dijadikan sarana untuk berlatih.
6.   Membutuhkan terapis terlatih.

Contoh Kasus
Untuk menganalisa pengaruh tindakan keperawatan terapi kelompok suportif terhadap Kelompok, reponden kelompok kontrol diambil dari klien DM yang dirawat inap di Bangsal. Kemampuan mengatasi perilaku kekerasan pada klien skizofrenia di Rumah Sakit Dr. Amino Gondo Hutomo Semarang. Sedangkan perlakuan yang didapatkan klien adalah tindakan keperawatan terapi kelompok suportif sebanyak empat sesi. Kuesioner yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kuesioner skala novaco dari novaco, Fauziah dan Putri dengan modifikasi peneliti. Responden diseleksi dengan menggunakan kuesioner tersebut dan bila memiliki nilai total <15 maka individu memenuhi criteria untuk menjadi responden yaitu dengan skala marah sedang. Kriteria yang lain adalah Usia dewasa (18 – 55 tahun) yang mampu mengisi data-data yang diberikan, bisa membaca dan menulis, klien yang sudah dirawat selama 2 minggu di RSJ Dr. Amino Gondohutomo Semarang, diagnosa keperawatan perilaku kekerasan (berdasarkan catatan keperawatan), jenis obat yang di minum pasien yaitu CPZ, HP dan THP (berdasarkan catatan keperawatan), klien yang sudah mendapatkan TAK stimulasi persepsi perilaku kekerasan (berdasarkan catatan keperawatan). Klien yang mengalami tingkat kemarahan sedang berdasarkan hasil screening emosi marah. Analisis statistik yang dipergunakan yaitu univariat dan bivariat dengan analisis korelasi pearson dan dependent-sample t-test serta Anova dengan tampilan dalam bentuk tabel dan distribusi frekuensi.

Sumber buku:
Semiun, Y. (2006). Kesehatan Mental 3. Yogyakarta: Kanisius

Sumber jurnal:
Pilpala, T. K. S. (2013). Terapi Supportif dan Psikoedukasi untuk Meningkatkan Pemahaman Diri Pada Penderita Skizofrenia Paranoid.
Almasitoh, U. H. (2012). Model Terapi dalam Keluarga.
Hasnida. (2002). Family Counseling.