Selasa, 20 Oktober 2015

"KEKUASAAN"

KELOMPOK BUNGA CEMPAKA

NAMA KELOMPOK
             
             Aulia kusuma wardani (11513500)
          Muhammad al-azhar (15513822)
Natasha erinia (16513353)
    Prima nur hakim (16513924)
    Riska indraswari (17513794)
      Yanita rahma juita (19513806)



A.  Pendahuluan
Kekuasaan merupakan suatu kemampuan untuk menentukan tindakan seseorang ke arah tujuan dari pihak pertama.
Kekuasaan ini sendiri dapat didapatkan oleh setiap manusia tergantung bagaimana ia mendapatkan kekuasaan terserbut. Contohnya seperti kekuasaan yang didapatkan oleh seorang Kepala Negara atau yang biasa kita kenal Presiden, Beliau mendapatkan kekuasaan yang bersifat formal/legal yang ditunjuk untuk memperkuat dengan mengikuti peraturan dan perundang-undangan yang resmi dan berlaku di negara tersebut.

B. Definisi Kekuasaan
Menurut Max Weber dalam Buku Wirtschaft und Gessellshaft pada tahun 1992
Pengertian kekuasaan adalah kemampuan untuk, dalam suatu hubungan sosial melaksanakan kemauan sendiri sekalipun mengalami perlawanan dan apapun dasar kemampuan ini (Macht beduetet jede chance innerhalb einer soziale Beziehung den eigenen Willen durchzusetchen auch gegen Widerstreben durchzustzen, gleichviel worauf diese chance beruht).
Pengertian kekuasaan oleh Max Weber ini dapat kita katakan bahwa kekuasaan adalah keegoisan dalam suatu kelompok akan tetapi walaupun keegoisan tersebut memiliki pertentangan, tetap tidak mampu melawan dikarenakan adanya kekuasaan tersebut.
Pengertian Kekuasaan Menurut Harold D. Laswell dan Abraham Kaplan
Kekuasaan adalah suatu hubungan dimana seseorang atau sekelompok orang dapat menentukan (Power is a relationship in which one person or group is able) tindakan seseorang atau kelompok lain ke arah tujuan dari pihak pertama (to determine the action of another in the direction of the former's own ends).
Pengertian kekuasaan Oleh Barbara Goodwin (2003)
Pengertian kekuasaan oleh ahli politik kontemporer ini sedikit lebih kasar, menurutnya, pengertian kekuasaan adalah: Kemampuan (Force is the ability) untuk mengakibatkan  seseorang bertindak dengan cara yang oleh yang bersangkutan (to cause someone to act in a way which she would not choose), dan tidak akan dipilih seandainya ia tidak dilibatkan (left to herself). Dengan kata lain memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kehendaknya (In other words to force someone to do something against her will).

C. Sumber Kekuasaan Menurut French dan Raven.
Teori yang dikemukakan oleh French dan Raven (1959) ini menyatakan bahwa kpemimpinan bersumber pada kekuasaan dalam kelompok atau organisasi, dengan kata lain orang atau sekelompok orang  yang memiliki akses terhadap sumber kekuasaan dalam satu kelompok atau organisasi tertentu akan mengendalikan atau memimpin kelompok atau organisasi itu.
Adapun sumber kekuasaan itu sendiri ada dua macam, yaitu (1) kedudukan, (2) kepribadian
A.        Kekuasaan yang Bersumber pada Kedudukan
1.     Kekuasaan formal atau legal (French & Raven, 1959)
Mendapat kekuasaannya karena ditunjuk dan/atau diperkuat dengan peraturan atau perundangan yang resmi. Contoh: Presiden, perdana menteri.
2.     Kendali atas sumber dan ganjaran (French &Raven, 1959)
Memimpin atau memiliki kuasa pada sumber ganjaran yang dapat diberikan kepada orang lain. Contoh: Majikan yang menggaji karyawannya.
3.     Kendali atas hukuman (French and Raven, 1959)
Terkait pada kendali atas hukuman. Kepemimpinan yang sumbernya hanya kendali atas hukuman saja. Kepemimpinan jenis ini adalah kepemimpinan yang didasarkan oleh rasa takut.

B. Kekuasaan yang Bersumber pada Kepribadian Kepemimpinan yang bersumber dari sifat-sifat pribadi
1.              Keahlian atau ketrerampilan (French & Raven, 1959)
Orang-orang yang memiliki kemampuan khusus yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain. Contoh: Dalam salat berjamaah dalam agama islam, yang dijadikan pemimpin salat (imam) adalah yang paling fasih membaca ayat Alquran
2.              Persahabatan atau kesetiaan (French & Raven, 1959)
Sifat dapat bergaul, setia kawan atau setia kepada kelompok dapat merupakan sumber kekuasaan sehingga seseorang dianggap sebagai pemimpin.
Kategorisasi Kekuasaan menurut French & Raven
•                Kekuasaan ganjaran
Target taat agar ia mendapat ganjaran yang diyakininya dikuasai atau dikendalikan oleh agent.
•                Kekuasaan koersif
Target taat agar ia terhindar dari hukuman yang diyakininya diatur oleh agent.
•                Kekuasaan resmi
Target taat karena ia yakin bahwa agent mempunyai hak untuk membuat ketentuan atau peraturan dan bahwa target mempunyai kewajiban untuk taat.
•                Kekuasaan keahlian
Target taat karena ia yakin atau percaya bahwa agent mempunyai pengetahuan khusus tentang cara yang terbaik untuk melakukan sesuatu.
•                Kekuasaan rujukan
Target taat karena ia memuja agent atau mengidentifikasikan dirinya dengan agent dan mengharapkan persetujuan agent.

 Source :
1.     Sarwono, Sarlito Wirawan. Psikologi Sosial: Psikologi Kelompok dan Psikologi Terapan. 1999. Jakarta: Balai Pustaka.
2.     Aronson, E.,  Wilson, T.D., Akert, R.M (2007) Social Psychology. Prentice Hall Pub


Selasa, 13 Oktober 2015



MEMPENGARUHI PERILAKU

KELOMPOK BUNGA CEMPAKA

Nama kelompok
            
             Aulia kusuma wardani (11513500)
          Muhammad al-azhar (15513822)
Natasha erinia (16513353)
    Prima nur hakim (16513924)
    Riska indraswari (17513794)
       Yanita rahma juita (19513806) 



Pendahulan
Pengaruh merupakan daya yang dimiliki setiap manusia untuk ikut menaruh kepercayaan atau perbuatan ke seseorang. Pengaruh sendiri ini bertujuan untuk mempersuasif seseorang agar mau melakukan apa yang kita inginkan. Banyak cara untuk mempengaruhi baik secara internal ataupun eksternal. Biasanya orang memiliki wewenang atau kekuasaan adalah orang yang sangat bisa mempengaruhi orang atau orang yang mengikut berpengaruh.
Definisi Pengaruh
Pengaruh menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daya yang ada dan timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuataan seseorang. Dari pengertian di atas telah dikemukakan sebelumnya bahwa pengaruh adalah merupakan sesuatu daya yang dapat membentuk atau mengubah sesuatu yang lain.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi pengaruh menurut para ahli:
1.     Wiryanto
Pengaruh merupakan tokoh formal mauoun informal di dalam masyarakat, mempunyai ciri lebih kosmopolitan, inovatif, kompeten, dan aksesibel dibanding pihak yang dipengaruhi.
2.    M. Suyanto (AMIKOM YOGYAKARTA)
Pengaruh merupakan nilai kualitas suatu iklan melalui media tertentu.
3.    Uwe Becker
Pengaruh adalah kemampuan yang terus berkembang yang - berbeda dengan kekuasaan - tidak begitu terkait dengan usaha memperjuangkan dan memaksakan kepentingan (involed is formatif vermogen dat - in tegens telling tot macht - niet direct verbonden is met strijd en de doorzetting van belangen).
4.   Norman Barry
Pengaruh adalah suatu tipe kekuasaan yang jika seorang yang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi yang terbuka tidak merupakan motivasi yang mendorongnya (influence is a type of power in that a person who is influenced to act in a certain way may be said to be caused so to act, even though an overt threat of santions will not be the motivating force).
5.    Robert Dahl
A mempunyai pengaruh atas B sejauh ia dapat menyebabkan B untuk berbuat sesuatu yang sebenarnya tidak akan B lakukan.
6.   Sosiologi Pedesaan
Pengaruh merupakan kekuasaan yang mengakibatkan perubahan perilaku orang lain atau kelompok lain.
7.   Bertram Johannes Otto Schrieke
Pengaruh merupakan bentuk dari kekuasaan yang tidak dapat diukur kepastiannya.
8.   Albert R. Roberts & Gilbert
Pengaruh adalah wajah kekuasaan yang diperoleh oleh orang ketika mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.
9.   Jon Miller
Pengaruh merupakan komoditi berharga dalam dunia politik Indonesia
. Kunci-Kunci Perubahan Perilaku
Secara definisi, masyarakat adalah kumpulan individu-individu yang salingberinteraksi dan memiliki komponen perubahan yang dapat mengikat satu individu dengan individu lain dengan perilakunya. Sedangkan perubahan merupakan peralihan kondisi yang tadinya buruk, menjadi baik. Masyarakat yang berubah adalah masyarakat yang terdiri dari satu individu kepribadian (personality) baik. Personality tidak dibentuk dari performance dan style seseorang, melainkan dari adannya daya intelektual dan perbuatan.
Oleh karena itu, kunci perubahan masyarakat adalah membentuk daya intelektual dan perbuatan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, sehingga terjadilah perubahan perilaku yang secara otomatis diikuti dengan perubahan masyarakat. Maka, persoalan kemiskinan bisa berubah jika terjadi perubahan perilaku di dalam masyarakat.
Perilaku yang akan menjadi kunci perubahan di masyarakat adalah sikap yang mampu melalui berbagai benturan dengan gemilang, adanya kepercayaan diri tanpa batas, dan tekad untuk terus berjuang hingga titik nadir. Perubahan masyarakat akan berimplikasi terhadap perubahan individu, karena di dalamnya ada interaksi sebagai kontrol sosial yang dapat mendidik manusia.
Perilaku adalah respon individu terhadap suatu stimulus atau suatu tindakan yang dapat diamati dan mempunyai frekuensi spesifik, durasi dan tujuan baik disadari maupun tidak :

- Courage: diperlukan keberanian,kebulatan,tekad dan keteguhan hati
- High confidence : kekuatan penggerak hidup anda
- Attitude: mental yang positif
- New action: tindakan yang benar-benar konsisten
- Goal: target atau tujuan yang benar-benar diinginkan
- Excellence :menjadi yang terbaik



BAGAIMANA MEMPENGARUHI PERILAKU ORANG LAIN
A. Faktor Internal
Tingkah laku manusia adalah corak kegiatan yang sangat dipengaruhi oleh faktor yang ada dalam dirinya. Faktor-faktor intern yang dimaksud antara lain jenis ras/keturunan, jenis kelamin, sifat fisik, kepribadian, bakat, dan intelegensia. Faktor-faktor tersebut akan dijelaskan secara lebih rinci seperti di bawah ini.

1) Jenis Ras/ Keturunan
Setiap ras yang ada di dunia memperlihatkan tingkah laku yang khas. Tingkah laku khas ini berbeda pada setiap ras, karena memiliki ciri-ciri tersendiri. Ciri perilaku ras Negroid antara lain bertemperamen keras, tahan menderita, menonjol dalam kegiatan olah raga. Ras Mongolid mempunyai ciri ramah, senang bergotong royong, agak tertutup/pemalu dan sering mengadakan upacara ritual. Demikian pula beberapa ras lain memiliki ciri perilaku yang berbeda pula.

2) Jenis Kelamin
Perbedaan perilaku berdasarkan jenis kelamin antara lain cara berpakaian, melakukan pekerjaan sehari-hari, dan pembagian tugas pekerjaan. Perbedaan ini bisa dimungkikan karena faktor hormonal, struktur fisik maupun norma pembagian tugas. Wanita seringkali berperilaku berdasarkan perasaan, sedangkan orang laki-laki cenderug berperilaku atau bertindak atas pertimbangan rasional.

3) Sifat Fisik
Kretschmer Sheldon membuat tipologi perilaku seseorang berdasarkan tipe fisiknya. Misalnya, orang yang pendek, bulat, gendut, wajah berlemak adalah tipe piknis. Orang dengan ciri demikian dikatakan senang bergaul, humoris, ramah dan banyak teman

4) Kepribadian
Kepribadian adalah segala corak kebiasaan manusia yang terhimpun dalam dirinya yang digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsang baik yang datang dari dalam dirinya maupun dari lingkungannya, sehingga corak dan kebiasaan itu merupakan suatu kesatuan fungsional yang khas untuk manusia itu. Dari pengertian tersebut, kepribadian seseorang jelas sangat berpengaruh terhadap perilaku sehari-harinya

5) Intelegensia
Intelegensia adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah dan efektif. Bertitik tolak dari pengertian tersebut, tingkah laku individu sangat dipengaruhi oleh intelegensia. Tingkah laku yang dipengaruhi oleh intelegensia adalah tingkah laku intelegen di mana seseorang dapat bertindak secara cepat, tepat, dan mudah terutama dalam mengambil keputusan

6) Bakat
Bakat adalah suatu kondisi pada seseorang yang memungkinkannya dengan suatu latihan khusus mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus, misalnya berupa kemampuan memainkan musik, melukis, olah raga, dan sebagainya

B. Faktor Eksternal

1) Pendidikan
Inti dari kegiatan pendidikan adalah proses belajar mengajar. Hasil dari proses belajar mengajar adalah seperangkat perubahan perilaku. Dengan demikian pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku seseorang. Seseorang yang berpendidikan tinggi akan berbeda perilakunya dengan orang yang berpendidikan rendah.

2) Agama
Agama akan menjadikan individu bertingkah laku sesuai dengan norma dan nilai yang diajarkan oleh agama yang diyakininya.

3) Kebudayaan
Kebudayaan diartikan sebagai kesenian, adat istiadat atau peradaban manusia. Tingkah laku seseorang dalam kebudayaan tertentu akan berbeda dengan orang yang hidup pada kebudayaan lainnya, misalnya tingkah laku orang Jawa dengan tingkah laku orang Papua.

4) Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar individu, baik lingkungan fisik, biologis, maupun sosial. Lingkungan berpengaruh untuk mengubah sifat dan perilaku individu karena lingkungan itu dapat merupakan lawan atau tantangan bagi individu untuk mengatasinya. Individu terus berusaha menaklukkan lingkungan sehingga menjadi jinak dan dapat dikuasainya.

5) Sosial Ekonomi
Status sosial ekonomi seseorang akan menentukan tersedianya suatu fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan tertentu, sehingga status sosial ekonomi ini akan mempengaruhi perilaku seseorang.
WEWENANG
Mengapa manajer dapat memerintah karyawan. Pada situasi yang normal, manajer dapat membuat karyawan mengerjakan apa yang ia perintahkan. Mengapa manajer dapat mendapatkan hak untuk memerintah.
Ada dua pandangan yang menjelaskan wewenang formal (resmi):
1.         Pandangan klasik (classical view)
Wewenang datang dari tingkat paling atas, kemudian secara bertahap diturunkan ke tingkat yang lebih bawah
2.         Pandangan penerimaan (acceptance view)
Sudut   pandang   wewenang   adalah   penerima   perintah,   bukannya   pemberi   perintah. Pandangan ini dimulai dengan pengamatan bahwa tidak semua perintah dipatuhi oleh penerima perintah. Penerima perintah akan menentukan apakah akan menerima perintah atau tidak.
Menurut Chester I. Bernard seseorang akan memenuhi perintah apabila dipenuhi empat kondisi berikut:
1.         Dia dapat memahami komunikasi
2.         Dia percaya bahwa perintah tersebut tidak bertentangan dengan tujuan organisasi
3.         Perintah tersebut tidak bertentangan dengan kepentingan secara keseluruhan, dan,
4.         Secara fisik dan mental mampu menjalankan perintah tersebut.
Wewenang Lini, Staff dan Fungsional :
1.         Wewenang Lini
Dimiliki oleh manajer lini yang mengambil keputusan untuk mencapai tujuan organisasi secara langsung. Dalam bagan organisasi, wewenang lini digambarkan oleh garis yang menghubungkan manajemen puncak sampai ke manajemen tingkat bawah.
2.         Wewenang Staff
Dilakukan oleh orang atau kelompok orang yang memberikan jasa atau nasehat kepada manajer lini. Staff ahli biasannya merupaka istilah yang menggambarkan posisi tersebut. Staff ahli memberikan nasehat berdasarkan keahlian, pengalamana, atau riset dan analisis yang diperlukan, termasuk bantuan pelaksanaan kebijakan, monitor, dan pengendalian.
3.         Wewenang Fungsional
Kadang organisasi mempunyai manajer atau departemen yang mempunyai wewenang fungsional. fungsi keuangan dan akuntansi sering diberikan wewenang fungsional.
Delegasi Wewenang
Dapat diartikan sebagai penugasan wewenang dan tanggung jawab formal organisasi kepada orang lain, dalam hal ini karyawan. Wewenang dapat didelegasikan sesuai dengan prinsip skalar dari manajemen klasik, yang mengatakan bahwa garis wewenang harus ditetapkan dengan jelas dari manajemen puncak sampai karyawan paling bawah. Delegasi wewenang bukan merupakan pelepasan tanggung jawab.
Keuntungan dan Halangan Delegasi Wewenang
Delegasi wewenang memungkinkan manajer menyelesaikan lebih banyak pekerjaan daripada kalau semuanya dikerjakan sendiri. Kadang bawahan mempunyai keahlian yang lebih dibandingkan dengan manajer untuk hal-hal tertentu.
Beberapa manajer kadang enggan mendelegasikan wewenang karena:
1.         Tidak yakin akan kemampuan bawahan
2.         Merasa mampu mengerjakan sendiri
3.         Tidak efisien untuk mengajari bawahannya melakukan tugas
4.         Takut wewenangnya akan berkurang, atau takut kalau bawahannya dapat melakukan tugas lebih baik dibandingkan dirinya.
Karyawan kadang enggan menerima delegasi wewenang karena beberapa alasan:
1.         Takut gagal
2.         Merasa  tidak  ada  penghargaan  untuk  krja  yang  akan  dilakukannya,  atau  tidak  mau menganggung risiko
3.         Semua risiko diserahkan atau ditanggung oleh manajer.
Delegasi Wewenang yang Efektif
1.         Memutuskan pekerjaan mana yang akan didelegasikan, karena tidak semua pekerjaan dapat didelegasikan
2.         Memutuskan siapa yang akan memperoleh penugasan, dengan beberapa pertimbangan: waktu yang dipunyai karyawan, kemampuan yang dimiliki karyawan, dan kesempatan yang akan dimanfaatkan oleh karyawan
3.         Mendelegasikan tugas, disertai dengan informasi dan pemberian wewenang yang cukup, dan bentuk hasil yang diharapkan
4.     Menetapkan Feedback, untuk memonitor kemajuan yang dicapai oleh bawahan.
SUMBER :
Kariyoso. 1994. Pengantar Komunikasi Bagi Siswa Perawat. Jakarta: Penerbit EGC
Kusmiati, Sri. 1990. Dasar-dasar Perilaku. Jakarta: Penerbit Depkes RI
Purwanto, Heri. 1999. Pengantar Perilaku Manusia, Untuk Keperawatan. Jakarta: Penerbit EGC.
Heru Basuki, A.M. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Gunadarma
Munandar, A. S. (2001). Psikologi Industri dan Organisasi. Depok: Universitas Indonesia (UI Press)
Robbins, Stephen.P, dkk. (2008). Organizational Behavior. Jakarta: Salemba Empat
Sarwono, S. W. (2005). Psikologi Sosial: Psikologi Kelompok dan Psikologi Terapan. Jakarta: Balai Pustaka.
http://viyan.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/15113/2_WEWENANG,+DELEGASI+DAN+DESENTRALISASI.pdf


Senin, 05 Oktober 2015



KOMUNIKASI

Kelompok Bunga Cempaka

NAMA KELOMPOK
     1.   Riska indraswari (17513794)
        2.   Yanita rahma juita (19513806)
     3.   Prima nur hakim (16513924)
             4.   Muhammad Al-azhar (155138225
5.  Natasha erinia (16513353)
              6.   Aulia kusuma wardani (11513500)


BAB I PENDAHULUAN
Dari semua pengetahuan dan keterampilan yang kita miliki, pengetahuan danketerampilan yang menyangkut komunikasi termasuk di antara yang paling penting dan berguna. Melalui komunikasi intrapribadi kita berbicara dengan diri sendiri, mengenal dirisendiri, mengevaluasi diri sendiri tentang ini dan itu, mempertimbangkan keputusan-keputusanyang akan diambil dan menyiapkan pesan-pesan yang akan kita sampaikan kepada orang lain.Melalui komunikasi antar pribadi kita berinteraksi dengan orang lain, mengenal mereka dandiri kita sendiri, dan mengungkapkan diri sendiri kepada orang lain. Apakah kepada pimpinan,teman sekerja, teman seprofesi, kekasih, atau anggota keluarga, melalui komunikasi antar  pribadilah kita membina, memelihara, kadang-kadang merusak (dan ada kalangnyamemperbaiki) hubungan pribadi kita.



I.               Definisi Komunikasi

Menurut Everett M. Rogers, mengemukakan pendapatnya yaitu “ komunikasi adalah suatu proses dimana suatu ide dialihkan dari  sumber kepada suatu penerimaan atau lebih dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.

Menurut Rogers & O.Lawrence Kincaid “ komunikasi merupakan suatu interaksi dimana terdapat dua orang atau lebih yang sedang membangun atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lain yang pada akhirnya akan tiba diamana mereka saling memahami dan mengerti.

Menurut Bernard Berelson dan Gary A Steiner Komunikasi: transmisi informasi, gagasan,emosi,keterampilan dan sebagainya,dengan menggunakan simbol simbol-kata kata,gambar,figur,grafik, dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang biasanya disebut komunikasi.

Menurut Theodore M Newcomb Setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi,terdiri dari rangsangan yang diskriminatif dari sumber kepada penerima.

II.             Dimensi Komunikasi
a.     Dimensi isi disandi secara verbal, sementara dimensi hubungan disandi secara nonverbal. Dimensi isi menunjukkan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan. Sedangkan dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya yang juga mengisyaratkan bagaimana hubungan para komunikasi itu, dan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan.
Dalam komunikasi massa, dimensi isi merujuk pada isi pesan, sedangkan dimensi hubungan merujuk kepada unsur-unsur lain, termasuk juga jenis saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut. Pengaruh suatu berita atau artikel dalam surat kabar, misalnya, hanya bukan bergantung pada isinya, namun juga pada siapa, penulisnya, tata letak (lay oDimensi Komunikasi

Dimensi isi disandi secara verbal, sementara dimensi hubungan disandi secara nonverbal. Dimensi isi menunjukkan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan. Sedangkan dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya yang juga mengisyaratkan bagaimana hubungan para komunikasi itu, dan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan.
Dalam komunikasi massa, dimensi isi merujuk pada isi pesan, sedangkan dimensi hubungan merujuk kepada unsur-unsur lain, termasuk juga jenis saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut. Pengaruh suatu berita atau artikel dalam surat kabar, misalnya, hanya bukan bergantung pada isinya, namun juga pada siapa, penulisnya, tata letak (lay out)-nya, jenis huruf yang digunakan, warna tulisan, dan sebagainya.


b.     Pengertian Persepsi Terhadap Kebisingan
Menurut Mahmud (1990:41) persepsi adalah menafsirkan stimulus yang telah ada dalam otak. Meskipun alat untuk menerima stimulus itu serupa pada setiap individu, tetapi interpretasinya berbeda. Sedangkan menirut Davidoff (1988:237) stimulus yang di indera itu oleh individu diorganisasikan, kemudian diinterpretasikan, shingga individu menyadari , mengerti tentang apa yang diindera itu, dan itulah yang disebut persepsi.

Menurut Gibson (1995:340) persepsi mencakup penerimaaan stimulus pengorganisasian, penafsiran stimulus yang mempengaruhi tingkah laku individu. Setiap individu memberikan pengertian yang berbeda pada stimulus yang sama dan melihat obyek yang sama serta melihat obyek yang sama dengan cara yang berbeda sehingga menimbulkan tingkah laku yang berbeda pula.

Meurut Walgito (1981:53) persepsi mrupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu merupakan proses yang berujud diterimanya stimulus oleh indiviodu melalui alat reseptornya. Kemudian stimulus tersebut dilanjutkan ke pusat susunan syaraf yaitu otak, dan terjadilah proses psikologis sehingga individu menyadari apa yang  ia  lihat, dengar dan sebagainya, individu tersebut  mengalami persepsi SK Menteri Negara Lingkungan Hidup No: Kep-Men-48/MEN.LH/11/1996   menjelaskan bahwa kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari suatu usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan kenyamanan lingkungan , termasuk ternak, satwa dan sistem alam. (www.pramita.com diakses pada tanggal 10  mei 2014 pukul 20.30 WIB)

Bell dkk dalam Prawiti dkk (2001) juga mengungkapkan hal yang serupa bahwa kebisingan adalah suara yang tidak diinginkan. Sedangkan Gifford (dalam Kusuma, 2007) bahwa kebisingan sebagai suatu suara atau bunyi yang  tidak diinginkan dan yang tidak relevan dengan tugas atau aktivitas yang dilakukan seperti suara yang berdengung dengung, berdesir – desir hingga telinga menjadi pekak.
Dari  beberapa  pengertian  di  atas  dapat  disimpulkan  bahwa persepsi terhadap kebisingan adalah penerimaan stimulus, pengorganisasian, serta penafsiran stimulus terhadap bunyi yang tidak diinginkan dan tidak relevan seperti suara yang berdengung – dengung hinggga telinga menjadi pekak dan dapat mempengaruhi perilaku seseorang.




2.  Ciri –ciri persepi terhadap kebisingan Menurut Irwanto (1991:88) ciri dari persepsi adalah:
a)     Modalitas: rangsang – rangsang yang diterima harus sesuai dengan modalitas tiap – tiap indera, yaitu sifat sensoris dasar dan masing – masing indera. Seperti cahaya pada penglihatan, bau pada penciuman, bunyi pada pendengaran, suhu pada perasa dan sifat permukaan pada peraba.
b)    Dimensi ruang: dunia persepsi mempunyai sifat ruang, yaitu atas- bawah, luas-sempit, tinggi rendah dan lain – lain.
c)     Dimensi waktu; dunia persepsi mempunyai dimensi waktu, seperti cepat-lambat, tua-muda dan lain – lain.
d)    Struktur konteks, keseluruhan yang menyatu; obyek atau gejala – gejala dalam dunia pengamatan mempunyai stuktur yang menyatu dengan konteksnya. Struktur dan konteks ini merupakan keseluruhan yang menyatu.
e)     Sedangkan   menurut   Feliana   (2011)   indikator   persepsi   terhadap kebisingan adalah:
1.  Gangguan pendengaran
2.  Gangguan rekasi emosional
3.  Gangguan pada pelajaran
4.  Komunikasi
5.  Fisiologis
Maka dapat diambil ciri – ciri persepsi terhadap kebisingan adalah gangguan pendengaran, gangguan reaksi emosional, gangguan pada pelajaran, komunikasi, dan fisiologis.

3. Dampak Kebisingan
Menurut Buchari (2003), dampak dari kebisingan adalah:
I.      Gangguan Fisiologis
Pada umumnya, bising bernada tinggi sangat mengganggu, apalagi bila terputus-putus atau yang datangnya tiba-tiba. Gangguan dapat berupa  peningkatan  tekanan  darah  (±  10  mmHg),  peningkatan nadi, konstriksi pembuluh darah perifer terutama pada tangan dan kaki, serta dapat menyebabkan pucat. Bising dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan pusing/sakit kepala.  Hal  ini  disebabkan  bising  dapat  merangsang  situasi reseptor vestibular dalam telinga dalam yang akan menimbulkan evek pusing/vertigo. Perasaan mual,susah tidur dan sesak nafas disbabkan oleh rangsangan bising terhadap sistem saraf, keseimbangan organ, kelenjar endokrin, tekanan darah, sistem pencernaan dan keseimbangan elektrolit.
II.        Gangguan Psikologis
Gangguan psikologis dapat berupa rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, susah tidur, dan cepat marah. Bila kebisingan diterima dalam waktu lama dapat menyebabkan penyakit psikosomatik berupa gastritis, jantung, stres, kelelahan dan lain-lain.
III.       Gangguan Komunikasi
Gangguan komunikasi biasanya disebabkan masking effect (bunyi yang  menutupi pendengaran yang  kurang  jelas)  atau  gangguan kejelasan suara. Komunikasi pembicaraan harus dilakukan dengan cara  berteriak.  Gangguan  ini  menyebabkan  terganggunya pekerjaan, sampai pada kemungkinan terjadinya kesalahan karena tidak mendengar isyarat atau tanda bahaya. Gangguan komunikasi ini secara tidak langsung membahayakan keselamatan seseorang.
IV.       Gangguan Keseimbangan
Bising yang sangat tinggi dapat menyebabkan kesan berjalan di ruang angkasa atau melayang, yang dapat menimbulkan gangguan fisiologis berupa kepala pusing (vertigo) atau mual-mual.
V.        Efek pada pendengaran
Pengaruh utama dari bising pada kesehatan adalah kerusakan pada indera pendengaran, yang menyebabkan tuli progresif dan efek ini telah diketahui dan diterima secara umum dari zaman dulu. Mula- mula efek bising pada pendengaran adalah sementara dan pemuliahan terjadi secara cepat sesudah pekerjaan di area bising dihentikan.  Akan  tetapi  apabila  bekerja  terus-menerus  di  area bising  maka  akan terjadi tuli  menetap  dan tidak  dapat  normalkembali, biasanya dimulai pada frekuensi 4000 Hz dan kemudian makin meluas kefrekuensi sekitarnya dan akhirnya mengenai frekuensi yang biasanya digunakan untuk percakapan.
Dalam teori di atas di sebutkan bahwa dampak dari kebisingan salah satunya adalah gangguan psikologis yang termasuk di dalamnya adalah kelalahan. Kelelahan adalah factor paling umum dari penyebab kejenuhan yang melanda siswa. (Muhibbin Syah, 163:199)

c.     Jaringan komunikasi adalah saluran yang digunakan untuk meneruskan pesan dari satu orng ke orang lain. Jaringan ini dapat dilihat dari dua perspektif. Pertama, kelompok kecil sesuai dengan sumberdaya yang dimilikinya akan mengembangkan pola komunikasi yang menggabungkan beberapa struktur jarngan komunikasi. Jaringan komunikasi ini kemudian merupakan sistim komunikasi umum yang akan digunakan oleh kelompok dalam mengirimkan pesan dari satu orang keorang lainnya. Kedua, jaringan komunikasi ini bias dipandang sebagai struktur yang diformalkan yang diciptakan oleh organisasi sebagai sarana komunikasi organisasi.

d.     Dimensi Arah adalah Komunikasi dalam konteks ini dibagi menjadi dua, yaitu komunikasi satu arah dan komunikasi dua arah. Komunikasi satu arah merupakan satu orang member informasi kepada orang lain tanpa ada timbale balik, sedangkan komunikasi dua arah merupakan komuniikasi dimana satu orang memberikan informasi ke orang lain, dan orang lain juga memberikan informasi sehingga terjadi pertukaran informasi diantara keduanya.


e.     Gaya komunikasi dua arah  Dalam gaya komunikasi ini, tindak komunikasi dilakukan secara terbuka. Artinya, setiap anggota organisasi The Equalitarian Style dapat mengungkapkan gagasan ataupun pendapat dalam suasana yang rileks, santai dan informal. Dalam suasana yang demikian, memungkinkan setiap anggota organisasi mencapai kesepakatan dan pengertian bersama. Aspek penting gaya komunikasi ini ialah adanya landasan kesamaan. The equalitarian style of communication ini ditandai dengan berlakunya arus penyebaran pesan-pesan verbal secara lisan maupun tertulis yang bersifat dua arah (two-way communication).
f.      Orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi yang bermakna kesamaan ini, adalah orang-orang yang memiliki sikap kepedulian yang tinggi serta kemampuan membina hubungan yang baik dengan orang lain baik dalam konteks pribadi maupun dalam lingkup hubungan kerja. The equalitarian style ini akan memudahkan tindak komunikasi dalam organisasi, sebab gaya ini efektif dalam memelihara empati dan kerja sama, khususnya dalam situasi untuk mengambil keputusan terhadap suatu permasalahan yang kompleks. Gaya komunikasi ini pula yang menjamin berlangsungnya tindak berbagi informasi di antara para anggota dalam suatu organisasi.

                       Sumber :
                       Zarkasi, Muslichah. 1978. Psikologi Manajemen. Jakarta: Erlangga
                       Mulyana, Deddy.2014. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung:PT Remaja                                  Rosdakarya
                       Mortimer R. Fienberg, dkk.1996. Psikologi Manajemen, Jakarta: Penerbit Mitra Utama