"KEKUASAAN"
KELOMPOK BUNGA CEMPAKA
NAMA KELOMPOK
Aulia kusuma wardani (11513500)
Muhammad al-azhar (15513822)
Natasha erinia (16513353)
Prima nur hakim (16513924)
Riska indraswari (17513794)
Yanita rahma juita (19513806)
A. Pendahuluan
Kekuasaan
merupakan suatu kemampuan untuk menentukan tindakan seseorang ke arah tujuan
dari pihak pertama.
Kekuasaan
ini sendiri dapat didapatkan oleh setiap manusia tergantung bagaimana ia
mendapatkan kekuasaan terserbut. Contohnya seperti kekuasaan yang didapatkan
oleh seorang Kepala Negara atau yang biasa kita kenal Presiden, Beliau
mendapatkan kekuasaan yang bersifat formal/legal yang ditunjuk untuk memperkuat
dengan mengikuti peraturan dan perundang-undangan yang resmi dan berlaku di negara
tersebut.
B. Definisi Kekuasaan
Menurut Max Weber dalam Buku Wirtschaft
und Gessellshaft pada tahun 1992
Pengertian
kekuasaan adalah kemampuan untuk, dalam suatu hubungan sosial melaksanakan
kemauan sendiri sekalipun mengalami perlawanan dan apapun dasar kemampuan ini (Macht beduetet jede chance innerhalb einer
soziale Beziehung den eigenen Willen durchzusetchen auch gegen Widerstreben
durchzustzen, gleichviel worauf diese chance beruht).
Pengertian
kekuasaan oleh Max Weber ini dapat
kita katakan bahwa kekuasaan adalah keegoisan dalam suatu kelompok akan tetapi
walaupun keegoisan tersebut memiliki pertentangan, tetap tidak mampu melawan
dikarenakan adanya kekuasaan tersebut.
Pengertian Kekuasaan Menurut Harold D.
Laswell dan Abraham Kaplan
Kekuasaan
adalah suatu hubungan dimana seseorang atau sekelompok orang dapat menentukan (Power is a relationship in which one person
or group is able) tindakan seseorang atau kelompok lain ke arah tujuan dari
pihak pertama (to determine the action of
another in the direction of the former's own ends).
Pengertian kekuasaan Oleh Barbara
Goodwin (2003)
Pengertian
kekuasaan oleh ahli politik kontemporer ini sedikit lebih kasar, menurutnya,
pengertian kekuasaan adalah: Kemampuan (Force
is the ability) untuk mengakibatkan seseorang bertindak
dengan cara yang oleh yang bersangkutan (to cause someone to act in a way which she would not choose), dan
tidak akan dipilih seandainya ia tidak dilibatkan (left to herself). Dengan kata lain memaksa seseorang untuk
melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kehendaknya (In other words to force someone to do
something against her will).
C. Sumber Kekuasaan Menurut French dan
Raven.
Teori
yang dikemukakan oleh French dan Raven (1959) ini menyatakan bahwa kpemimpinan bersumber pada kekuasaan dalam kelompok atau organisasi, dengan kata lain orang
atau sekelompok orang yang memiliki
akses terhadap sumber kekuasaan dalam satu kelompok atau organisasi tertentu
akan mengendalikan atau memimpin kelompok atau organisasi itu.
Adapun
sumber kekuasaan itu sendiri ada dua macam, yaitu (1) kedudukan, (2)
kepribadian
A. Kekuasaan yang Bersumber pada Kedudukan
1.
Kekuasaan
formal atau legal (French & Raven, 1959)
Mendapat kekuasaannya karena ditunjuk
dan/atau diperkuat dengan peraturan atau perundangan yang resmi. Contoh:
Presiden, perdana menteri.
2.
Kendali
atas sumber dan ganjaran (French &Raven, 1959)
Memimpin atau memiliki kuasa pada
sumber ganjaran yang dapat diberikan kepada orang lain. Contoh: Majikan yang
menggaji karyawannya.
3.
Kendali
atas hukuman (French and Raven, 1959)
Terkait pada kendali atas hukuman.
Kepemimpinan yang sumbernya hanya kendali atas hukuman saja. Kepemimpinan jenis
ini adalah kepemimpinan yang didasarkan oleh rasa takut.
B. Kekuasaan yang Bersumber pada
Kepribadian Kepemimpinan
yang bersumber dari sifat-sifat pribadi
1.
Keahlian
atau ketrerampilan (French & Raven, 1959)
Orang-orang yang memiliki kemampuan
khusus yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain. Contoh: Dalam salat
berjamaah dalam agama islam, yang dijadikan pemimpin salat (imam) adalah yang
paling fasih membaca ayat Alquran
2.
Persahabatan
atau kesetiaan (French & Raven, 1959)
Sifat dapat bergaul, setia kawan atau
setia kepada kelompok dapat merupakan sumber kekuasaan sehingga seseorang
dianggap sebagai pemimpin.
Kategorisasi
Kekuasaan menurut French & Raven
•
Kekuasaan
ganjaran
Target taat agar ia mendapat ganjaran
yang diyakininya dikuasai atau dikendalikan oleh agent.
•
Kekuasaan
koersif
Target taat agar ia terhindar dari
hukuman yang diyakininya diatur oleh agent.
•
Kekuasaan
resmi
Target taat karena ia yakin bahwa agent
mempunyai hak untuk membuat ketentuan atau peraturan dan bahwa target mempunyai
kewajiban untuk taat.
•
Kekuasaan
keahlian
Target taat karena ia yakin atau
percaya bahwa agent mempunyai pengetahuan khusus tentang cara yang terbaik
untuk melakukan sesuatu.
•
Kekuasaan
rujukan
Target taat karena ia memuja agent atau
mengidentifikasikan dirinya dengan agent dan mengharapkan persetujuan agent.
1.
Sarwono,
Sarlito Wirawan. Psikologi Sosial:
Psikologi Kelompok dan Psikologi Terapan. 1999. Jakarta: Balai Pustaka.
2.
Aronson,
E., Wilson, T.D., Akert, R.M (2007)
Social Psychology. Prentice Hall Pub
Tidak ada komentar:
Posting Komentar