Selasa, 17 November 2015

DEFINISI MOTIVASI
   
1.  Malayu, menjelaskan bahwa motivasi diambil dari kata latin yaitu movere yang artinya dorongan atau pemberian daya penggerak yang dapat menciptakan suatu kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerja efektif, bekerjasama dan terintegrasi dengan segala upaya untuk mencapai sebuah kepuasan.
2.  Edwin B. Flippo, disebutkan bahwa motivasi merupakan suatu keahlian dalam mengarahkan seorang pegawai & sebuah organisasi agar dapat bekerja supaya berhasil, hingga para pegawai dan tujuan dari organisasi tersebut tercapai.

TEORI-TEORI MOTIVASI
1    1.      Teori Drive

      Teori ini bisa diuraikan sebagai “teori-teori dorongan tentang motivasi” adalah perilaku di dorong ke arah tujuan oleh keadaan-keadaan yang mendorong dalam diri seseorang atau binatang. Contoh yang dikemukkan oleh Sigmud Freud bahwa kepribadian manusia terdiri dari bawaan atau dalam kelahiran, dorongan seksual dan agresif atau drive. Jadi teori motivasi dapat dikatakan terdiri dari  
a. Suatu keadaan yang mendoron
b.  Perilaku mengarah ke tujuan yang di ilhami oleh keadaan terdorong
c.  Pencapaian tujuan yang memada
d.Pengurangan keadaan terdorong dan kepuasaan subjektif dan kelegaan ketika tujuan sudah tercapai

2.    Teori-teori insentif

Teori insentif adalah kebalikan dari teori drive, teori insentif adalah teori-teori dorongan tentang motivasi karena ciri-ciri tertentu yang mereka miliki, objek tujuan mendorong perilaku kearah tujuan tersebut. Objek objek tujuan yang memotivasi perilaku disebut sebagai insentif. Salah satu bagian pentinng dari banyak teori insentif adalah bahwa individu-individu mengharapkan kesenangan dari pencapaian dari apa yang mereka sebut insentif positif dan dari penghindaran dari apa yang disebut insentif negatif. Dalam dunia kerja, motivasi nampaknya lebih merupakan masalah insentif yang diharapkan seperti gaji, bonus, vakansi dan sejenisnya daripad dorongan dan penggangguran dorongan itu
  
Review Film
“The Persuit Of Happiness”

The persuit of happiness adalah film biografi buatan tahun 2006 yang menceritakan kisah hidup Chris Gardner, seorang salesman yang berhasil menjadi pialang saham kaya. Cerita film ini dimulai pada tahun 1981 di San Francisco, California. Linda dan Chris Gardner hidup di sebuah apartemen kecil bersama anak mereka yang berusia 5 tahun, Christopher.
Chris adalah seorang salesman yang menghabiskan seluruh tabungan keluarga untuk membeli franchise untuk menjual scanner tulang (Bone Density Scanner) portable. Scanner ini memang mampu menghasilkan gambar lebih baik dari X-ray, tetapi kebanyakan dokter yang ditemui Chris beranggapan bahwa harganya terlalu mahal. Linda, istrinya, bekerja sebagai buruh di sebuah laundry.
Keluarga kecil ini mulai terpecah ketika mereka menyadari bahwa mereka tak mampu membayar sewa rumah dan tagihan-tagihan yang semakin menumpuk. Keadaan diperparah oleh kebiasaan Chris yang memarkir mobilnya sembarangan. Karena tak mampu membayar surat tilang, mobil Chris akhirnya disita. Puncaknya, Linda pergi meninggalkan Chris dan pergi ke New York City. Awalnya ia hendak membawa serta Christopher, namun urung atas permintaan Chris.
Dalam keadaan putus asa, Chris tak sengaja berjumpa dengan seseorang yang membawa Ferari warna merah. Chris bertanya kepada orang itu, pekerjaan apa yang ia lakukan sehingga mampu membeli mobil mewah? Orang tersebut menjawab bahwa ia adalah seorang pialang saham. Sejak saat itu Chris memutuskan untuk berkarier sebagai pialang saham.
Chris menerima tawaran magang tanpa dibayar di sebuah perusahaan pialang Dean Witter Reynolds yang menjanjikan pekerjaan bagi peserta magang terbaik. Dalam masa magang yang tak dibayar itu, Chris mulai kehabisan uang. Akhirnya ia diusir dari rumah sewanya dan menjadi tuna wisma. Selama beberapa hari ia tidur di tempat-tempat umum, namun kemudian ia memutuskan untuk tidur di rumah singgah Glide Memorial Chruch.
Karena keterbatasan tempat, mereka harus mengantri untuk mendapatkan kamar. Kadang mereka berhasil, kadang gagal dan terpaksa tidur di luar. Kemiskinan dan ke-tunawisma-an ini semakin mendorong tekad Chris untuk menjalankan tugas dengan giat dan mendapatkan pekerjaan di Dean Witter Reynolds.
Di akhir cerita, Chris berhasil menjadi peserta terbaik dan diterima bekerja di sana. Beberapa tahun kemudian, ia mendirikan perusahaan pialang sendiri, Gardner Rich. Pada tahun 2006, ia menjual sebagian kecil sahamnya dan berhasil mendapatkan jutaan dolar dari penjualan itu.
Analisis film
“Persuit of Happiness”

Analisis film menurut kelompok kami jika dikaitan dengan teori-teori motivasi diatas adalah menurut teori drive bahwa motivasi dapat dikatakan terdiri dari :
a.    Suatu keadaan yang mendorong
Keluarga kecil ini mulai terpecah ketika mereka menyadari bahwa mereka tak mampu membayar sewa rumah dan tagihan-tagihan yang semakin menumpuk. Keadaan diperparah oleh kebiasaan Chris yang memarkir mobilnya sembarangan. Karena tak mampu membayar surat tilang, mobil Chris akhirnya disita. Puncaknya, Linda istri Chris pergi meninggalkan Chris dan pergi ke New York City.  Awalnya linda ingin membawa serta anaknya Christoper tapi tidak diperbolehkan oleh Chris hal ini membuat Chris harus menghidupi anak satu-satunya tersebut. Akhirnya chris diusir dari apartemennya dan menjadi tuna wisma tiap hari mereka tidur dijalanan atau di fasilitas umum seperti dalam toilet, stasiun kereta, halte bus dan tempat umum lainnya.
b.   Perilaku mengarah ke tujuan yang di ilhami oleh keadaan terdorong
Peilaku Chris adalah dengan membeli suatu barang karena awalnya chris adalah seorang salesman, chris menghabiskan seluruh uang tabungan keluarganya untuk membeli scanner tulang (Bone Density Scanner) portable. Scanner ini memang mampu menghasilkan gambar lebih baik dari X-ray, tetapi kebanyakan dokter yang ditemui Chris beranggapan bahwa harganya terlalu mahal. Jika alat tersebut terjual chris bisa menggunakan uang tersebut untuk biaya kehidupannya selama 1 bulan, tapi alat tersebut tidak terjual. Saat sedang menjual alat tersebut Chris menemui seorang pria dengan mobil ferrari berwarna merah, ia langsung menghampiri orang tersebut dan bertanya pekerjaan apa yang orang tersebut kerjakan sampai bisa membeli mobil ferari tersebut, pria itu menjawab pekerjaan saya adalah seorang pialang saham. Chris menerima tawaran magang tanpa dibayar di sebuah perusahaan pialang Dean Witter Reynolds yang menjanjikan pekerjaan bagi peserta magang terbaik.
c.    Pencapaian tujuan yang memadai
Chris berhasil menjadi peserta terbaik dan diterima bekerja di sana. Beberapa tahun kemudian, ia mendirikan perusahaan pialang sendiri, Gardner Rich.
d.   Pengurangan keadaan terdorong dan kepuasaan subjektif dan kelegaan ketika tujuan sudah tercapai.
Pada tahun 2006, ia menjual sebagian kecil sahamnya dan berhasil mendapatkan jutaan dolar dari penjualan itu.
Source

Dwi Riyanti, B.P (1998). Psikologi Umum 2 Seri Diktat Kuliah. Depok: Universitas Gunadarma

Senin, 09 November 2015


KELOMPOK BUNGA CEMPAKA

NAMA KELOMPOK
                  AULIA KUSUMA WARDANI (11513500)
              MUHAMMAD AL-AZHAR (15513822)
NATASHA ERINIA(16513353)
    PRIMA NUR HAKIM (16513924)
     RISKA INDRASWARI (17513794)
         YANITA RAHMA JUITA (19513806)


Review Film
“Saving Private Ryan”
Film ini bertemakan peperangan pada saat invasi AS ke daratan Normandia, Prancis pada perang dunia II. Film ini menceritakan tentang penjemputan / pencarian seorang Prajurit yang bernama James Francis Ryan, seorang penerjun dari satuan 101st Airborne untuk dibawa kembali pulang ke Amerika Serikat karena ketiga kakaknya tewas dalam invasi, dua kakak tertua nya tewas dalam invasi di pantai Omaha, Normandia dan satu lagi tewas dalam penyerangan melawan Jepang di Nugini. Oleh karena itu, General George C. Marshall selaku pemimpin militer tertinggi AS memerintahkan pada Capt. John Miller untuk mencari dan menjemput Prajurit tersebut. Akhirnya, Capt. John Miller membentuk sebuah tim kecil yang beranggotakan 8 orang, yakni Sergeant Mike Horvath, Private First Class (PFC) Reiben, Private Jackson, Private Mellish, Private Caparzo, Ahli Medis Wade, Upham (penerjemah). Dengan minimnya informasi tentang Ryan, tim “8” ini pun pergi ke Neuville. Namun, tim pun harus kehilangan Private Caparzo yang tertembak oleh sniper Jerman yang bersembunyi di menara sebuah gereja. Kemudian, tim melanjutkan perjalanan dan menemukan seorang perwira yang bernama James Frederick Ryan, yang ternyata salah orang. Dalam perjalanan pun tim diberi tahu untuk menuju Vierville, yang disebut – sebut titik pendaratan pasukan penerjun.
Beruntung, dalam pencarian tersebut tim bertemu dengan seorang prajurit sekelompok dengan Ryan dan ia mengatakan bahwa semua anggota penerjun terpencar, namun mereka memiliki rally point di Ramelle. Tanpa banyak waktu tim pun langsung melanjutkan perjalanan ke Ramelle. Saat perjalanan menuju Ramelle, tim melewati sebuah pertahanan radar yang tidak terpakai milik Jerman. Dalam penyerbuan itu, Irwin Wade, Anggota medis pun tertembak dan tewas.
Pada saat perjalanan menuju Ramelle, tim dihadang sebuah kendaraan taktis milik Jerman. Tim pun berhasil menghancurkan kendaraan tersebut dibantu dengan tim kecil lain yang di dalamnya tergabung PFC Ryan, prajurit yang dicari – cari tersebut. Kemudian Capt. Miller memberitahukan perihal maksud dari misinya, yaitu membawa PFC James Ryan pulang ke AS karena ketiga kakaknya tewas dalam perang. PFC Ryan awalnya menolak untuk pulang dan ingin melanjutkan perang di Ramelle, namun ketika mendengar perkataan Reiben bahwa sudah 2 orang tim nya (Caparzo dan Wade) tewas dalam pencarian dirinya, Ryan pun luluh. Namun, basis tempat pasukan Ryan adalah perbatasan wilayah dan pasukan Jerman akan datang menyerang. Pasukan Capt. John Miller pun ikut turut membantu dan melawan pasukan Jerman yang datang dengan persenjataan lengkapnya. Satu per satu anggota Tim Miller pun tewas dan ketika Tim Miller terdesak dan ingin menghancurkan jembatan yang menghubungkan dengan wilayah lain, muncul kembali prajurit Jerman yang dilepas oleh Capt. Miller pada saat penyerbuan di dekat Ramelle. Pada saat terluka parah, Capt. Miller pun menembaki Tank Tiger hingga muncul P-51 Tank Destroyer. Dan tim pun akhirnya memenangkan pertempuran tersebut.

Analisis Film
“Saving Private Ryan”
Menurut analisis kelompok kami mengenai film ini menceritakan bahwa seorang pemimpin rela berkorban untuk para prajuritnya di medan perang, bahkan sampai mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan Ryan misi utama kelompok tersebut, hal ini dapat dilihat dari pemimpin prajurit yang di perankan oleh Tom hank sebagai Kapten Miller.
Jika dikaitan dengan teori leadership sebelumnya dapat dijelaskan sebagai berikut
1.     Kapten miller memiliki gaya leadership teori Y karena sebagi pemimpin ia percaya bahwa prajuritnya adalah orang yang kompeten dibidangnya dan tak perlu diawasi dan diancam secara ketat karena masing-masing mereka memiliki pengendalian serta pengarahan diri untuk bekerja sesuai tujuan tim yaitu mencari Ryan.
2.     Dari Teori sistem 4 rensis likert Kapten Miller memiliki sifat Parsitipative, hal ini tampak pada dipencarnya 8 orang menjadi 2 tim dan komunikasi mereka antara tim tidak terputus dan segala bentuk keputusan dikomunikasikan bersama.
3.     Dari teori leadership pattern dari tannebaum dan scmidct, pemimpin memberikan keputusan yang tentatif dan keputusan masih dapat diubah karena sebagai pemimpin perang ia harus segera mengambil keputusan dan keputusan itu dapat berubah apabila keputusan tersebut tidak memungkinkan untuk diambil atau bisa mengancam nyawa anggota tim lainnya.
4.     Dari teori modern choice approach to particiption, konsep decision tree of leadership dari vroom dan yeton adalah gaya leadership CII (consultative) adalah membagi permasalahannya secara berkelompok dan setelah itu membuat keputusan yang unilateral.
5.     Dengan teori kepemimpinan dari konsep contigency theory of leadership dari fiedler, karena Kapten Miller adalah orang yang kompeten dan memiliki intelegensi yang tinggi, ia dapat memformulasikan rencana-rencana serangan perang dan mengambil keputusan dengan tindakan-tindakan yang strategis dan efektif.

6.     Dengan teori kepemimpinan path goal theory, kapten miller mengarahkan tentang apa yang harus dilakukan oleh pasukannya dan membuat pertahanan diri untuk serangan dari para tentara Jerman dan memperjelas perannya sebagai pemimpin pasukan.

Senin, 02 November 2015

"LEADERSHIP"

KELOMPOK BUNGA CEMPAKA

Nama kelompok
            
             Aulia kusuma wardani (11513500)
          Muhammad al-azhar (15513822)
Natasha erinia (16513353)
    Prima nur hakim (16513924)
    Riska indraswari (17513794)
       Yanita rahma juita (19513806)

    

PENDAHULUAN
Pemimpin (leadership) mempunyai kedudukan paling penting dalam sebuah komunitas, kelompok masyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal ini tidak akan aman, maju, terarah jika tidak adanya seorang pemimpin maka kata kunci keberhasilan suatu bangsa dan negara adalah terletak pada seorang pemimpin.

1.     DEFINISI KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)
a      a.  Menurut George R. Terry
Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan
b     b.  Menurut Ordway Tead
Kepemimpinan sebagai perpaduan perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong pihak lain menyelesaikan tugas.
 c. Menurut R.M Bellows
Kepemimpinan sebagai proses pengaturan sedemikian rupa, sehingga anggota-anggotanya kelompok termasuk si pemimpin, dapat mencapai tujuan bersama dengan hasil maksimum dan dengan waktu kerja yang minimum.
d. Menurut J.K Hemphill
Kepemimpinan adalah perilaku seseorang individu sementara ia terlibat dalam pengarahan kegiatan kegiatan kelompok
Kesimpulan definisi kepemimpinan menurut kelompok kami adalah kepemimpinan sebagai proses pengaturan perilaku seorang individu untuk mempengaruhi orang lain untuk bekerja dan menyelesaikan tugas secara sadar untuk mencapai tujuan bersama dengan hasil maksimum dan dengan waktu kerja yang minimum.

2.     Teori Kepimpinan Partisipasi
            Teori x dan teori y
     1) Teori X
Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.
2) Teori Y
Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Pekerja memiliki kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja.
Penelitian teori x dan y menghasilkan teori gaya kepemimpinan ohio state yang membagi kepemimpinan berdasarkan skala pertimbangan dan penciptaan struktur.
b)         Teori Sistem 4 Dari Rensis Likert.
Perilaku pemimpin dapat berorientasi pada tugas atau pada hubungan antar karyawan. Menurut teori Rensis Likert kepemimpinan terdiri dari empat sistem kepemimpinan yaitu:
1. Exploitative outhoritative yaitu pemimpin yang tidak menaruh kepercayaan kepada bawahannya, selalu menggunakan ancaman dan hukuman kepada karyawannya.
2. Benevolent authoritative yaitu pemimpin yang menaruh sedikit kepercayaan kepada karyawannya, tetapi hubungannya masih seperti budak dengan tuannya. Komunikasi ada sedikit terbuka tetapi tetap berdasarkan ketidakpercayaan
3. Consultative yaitu pemimpin yang dalam proses pengambilan keputusan untuk hal penting tetap di tangan pemimpin, tetapi kepercayaan sudah menjadi dasar untuk berkomunikasi.
4. Parsitipative yaitu sistem yang ideal ada kepercayaan penuh dari  atasan.Percaya diri dan kreativitas karyawan merupakan unsure penting. Komunikasi sangat terbuka hubungsn antar karyawan lancar dan suasanaperusahaan segar dan sehat.
c)         Teori Of Leadership Pattern Choice Dari Tannenbaum & Scmidt
 Perilaku tersebut bertitik tolak daridua pandangan dasar:
1. berorientasi pada pemimpin ( bidang pengaruh pimpinan)
2. berorientasi pada bawahan (bidang pengaruh kebebasan bawahan).
Dari dua pandangandasar tersebut selanjutnya dikembangkan tujuh model gaya kepemimpinan dalam pembuatan keputusan yang dilakukan pemimpin.
1)    pemimpin membuat dan mengumumkan keputusan terhadap bawahan (teiling)
2)    pemimpin menjual dan menawarkan keputusan terhadap bawahan (selling)
3)    pemimpin menyampaikan ide dan mengundang pertanyaan
5)    pemimpin memberikan keputusan tentatif, dan keputusan masih dapatdiubah
6)    pemimpin memberikan problem dan minta saran pemecahannya pada bawahan (consulting)
7)    pemimpin menentukan batasan-batasan dan minta kelompok membuat keputusan
8)    pemimpin mengizinkan bawahan berfungsi dalam batas_batas yang di tentukan (joining).
Menurut Tannenbaum dan Schmidt dalam pemilihan gaya kepemimpinan yang efekti faktor yang harus dipertimbangkan oleh seorang pemimpin yaitu:
1) Kekuatan yang ada pimpinan: meliputi latar belakang pendidikan,
latar belakang kehidupan pribadi, pengetahuan, nilai-nilai hidup yang dihayati,kecerdasan, pengalaman
2) Kekuatan yang ada bawahan: tingkat kebutuhan bawahan akan tanggung jawab dan kebebasan           bertindak dalam pembuatan keputusan.
3) Tingkat pengetahuan dan berpengalaman yang dimiliki bawahan dalam bekerja.

d)  Modern Choice Approach To Participation
     Konsep Decision Tree of Leadership dari Vroom & Yetton
Normative Theory dari Vroom and Yetton sebagai berikut :
1. AI (Autocratic) : Pemimpin memecahkan masalah atau membuat keputusan secara unilateral, menggunakan informasi yang ada.
2. AII (Autocratic) : Pemimpin memperoleh informasi yang dibutuhkan dari bawahan namun setelah membuat keputusan unilateral
3.  CI (Consultative) : Pemimpin membagi permasalahan dengan bawahannya secara perorangan, namun setelah itu membuat keputusan secara unilateral.
4. CII (Consultative) : Pemimpin membagi permasalahan dengan bawahannya secara berkelompok dalam rapat, namun setelah itu membuat keputusan secara unilateral.
5. GII (Group Decision) : Pemimpin membagi permasalahan dengan bawahannya secara berkelompok dalam rapat; Keputusan diperoleh melalui diskusi terhadap konsensus.
Normative Theory: Rules Designed To Protect Decision Quality (Vroom & Yetton, 1973) :
1. Leader Information Rule: Jika kualitas keputusan penting dan anda tidak punya cukup informasi atau ahli untuk memecahkan masalah itu sendiri, eleminasi gaya autucratic.
2.  Goal Congruence Rule: Jika kualitas keputusan penting dan bawahan tidak suka untuk membuat keputusan yang benar, aturlah keluar gaya partisipasi tertinggi.
3. Unstructured Problem Rule: Jika kualitas keputusan penting untuk anda kekurangan cukup informasi dan ahli dan masalah ini tidak terstruktur, eliminasi gaya kepemimpinan autocratic.
4. Acceptance Rule: Jika persetujuan dari bawahan adalah krusial untuk implementasi efektif, eliminasi gaya autocratic.
5. Conflict Rule: Jika persetujuan dari bawahan adalah krusial untuk implementasi efektif, dan mereka memegang opini konflik di luar makna pencapaian beberapa sasaran, eliminasi gaya autocratic.
6. Fairness Rule: Jika kualitas keputusan tidak penting, namun pencapaiannya penting, maka gunakan gaya yang paling partisipatif.
7. Acceptance Priority Rule: Jika persetujuan adalah kritikan dan belum tentu mempunyai hasil dari keputusan autocratic dan jika bawahan tidak termotivasi untuk mencapai tujuan organisasi, gunakan gaya yang paling partisipatif.
e)    Teori Kepemimpinan Dari Konsep Contigency Theory Of Leadership Dari Fiedler
Model kontingensi dari Fred Fridler, mengusulkan bahwa efektifitas kinerja sebuah kelompok tergantung pada adanya kecocokan antara gaya seseorang pemimpin dikala berinteraksi dengan bawahannya dan tergantung pada derajat kontrol dan pengaruh situasi pada sipemimpin. Friedler kemudian mengembangkan kuesioner LPS (Least Prefered Co Worker), dimana responden (sipemimpin) di minta untuk memikirkan atau membayangkan seorang teman sekerjanya yang paling menjengkelkan atau paling sulit diajak kerjasama.
1.      Mengidentifikasikan Gaya Kepemimpinan
2.      Mendefinisikan Situasi
Terdapat tiga dimensi situasional yang dapat menjadi factor kunci untuk menetapkan efektifitas kepemimpinan :
a)              hubungan pimpinan-bawahan,
b)             struktur tugas,
c)              kekuatan posisi.
3.     Mencocokan Pemimpin dengan Situasi
Skor LPC seseorang dapat menentukan tipe situasi yang mana yang palin cocok buat gaya kepemimpinannya. Ada dua cara untuk dapat meningkatkan efektifitas kepemimpinan :
a)     Menggantikan sipemimpin untuk bisa cocok dengan situasinya,
b)    Menggantikan situasi untuk bisa cocok dengan si pemimpin.
4.    Sumber Kognitif : Perbaikan dari Model Fiedler
Ada dua dimensi yang di kemukakan di sini :
a)     Para pemimpin yang intelegen dan kompeten akan emformulasikan perencanaa-perncanaan, keputusan-keputusan, dan tindakan-tindakan strategis yang lebih efektif.
b)    Para pemimpin mengkomunikasikan rencana-rencana, keputusan-keputusan clan strategi mereka yang lebih melalui perilaku direktif

f)     Teori Kepemimpinan Dari Konsep Path Goal Theory
                  Pada intinya, teori path-goal menjelaskan empat perilaku pemimpin, yaitu (Wahjono,
                  2010 : 284):
1    1. Pemimpin direktif, mengarahkan tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana caranya,         menjadwalkan pekerjaan, mempertahankan standar kinerja, dan memperjelas peranan pemimpin dalam kelompok.
      2. Pemimpin suportif, melakukan berbagai usaha agar pekerjaan menjadi lebih menyenangkan,     memperlakukan pengikut dengan adil, bersahabat, dan mudah bergaul serta memperhatikan kesejahteraan bawahannya.
      3. Pemimpin partisipatif, melibatkan bawahan, meminta saran bawahan dan menggunakannya dalam proses pengambilan keputusan.
      4. Pemimpin yang berorientasi pada kinerja, menentukan tujuan-tujuan yang menantang, mengharap kinerja yang tinggi, menekankan pentingnya kinerja yang berkelanjutan, optimistik dan memenuhi standar-standar yang tinggi.