DEFINISI MOTIVASI
1. Malayu, menjelaskan bahwa motivasi diambil dari kata latin
yaitu movere yang artinya dorongan atau pemberian daya penggerak yang dapat
menciptakan suatu kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerja efektif,
bekerjasama dan terintegrasi dengan segala upaya untuk mencapai sebuah
kepuasan.
2. Edwin
B. Flippo, disebutkan
bahwa motivasi merupakan suatu keahlian dalam mengarahkan seorang pegawai &
sebuah organisasi agar dapat bekerja supaya berhasil, hingga para pegawai dan
tujuan dari organisasi tersebut tercapai.
TEORI-TEORI MOTIVASI
1 1.
Teori
Drive
Teori
ini bisa diuraikan sebagai “teori-teori dorongan tentang motivasi” adalah
perilaku di dorong ke arah tujuan oleh keadaan-keadaan yang mendorong dalam
diri seseorang atau binatang. Contoh yang dikemukkan oleh Sigmud Freud bahwa
kepribadian manusia terdiri dari bawaan atau dalam kelahiran, dorongan seksual
dan agresif atau drive. Jadi teori motivasi dapat dikatakan terdiri dari
a. Suatu keadaan yang mendoron
b. Perilaku mengarah ke tujuan yang di ilhami oleh keadaan terdorong
c. Pencapaian tujuan yang memada
d.Pengurangan keadaan terdorong dan kepuasaan subjektif dan kelegaan ketika tujuan sudah tercapai
b. Perilaku mengarah ke tujuan yang di ilhami oleh keadaan terdorong
c. Pencapaian tujuan yang memada
d.Pengurangan keadaan terdorong dan kepuasaan subjektif dan kelegaan ketika tujuan sudah tercapai
2. Teori-teori insentif
Teori insentif adalah kebalikan dari
teori drive, teori insentif adalah teori-teori dorongan tentang motivasi karena
ciri-ciri tertentu yang mereka miliki, objek tujuan mendorong perilaku kearah
tujuan tersebut. Objek objek tujuan yang memotivasi perilaku disebut sebagai
insentif. Salah satu bagian pentinng dari banyak teori insentif adalah bahwa
individu-individu mengharapkan kesenangan dari pencapaian dari apa yang mereka
sebut insentif positif dan dari penghindaran dari apa yang disebut insentif
negatif. Dalam dunia kerja, motivasi nampaknya lebih merupakan masalah insentif
yang diharapkan seperti gaji, bonus, vakansi dan sejenisnya daripad dorongan
dan penggangguran dorongan itu
Review Film
“The Persuit Of Happiness”
The
persuit of happiness adalah film biografi buatan tahun 2006 yang menceritakan
kisah hidup Chris Gardner, seorang salesman yang berhasil menjadi pialang saham
kaya. Cerita film ini dimulai pada tahun 1981 di San Francisco, California.
Linda dan Chris Gardner hidup di sebuah apartemen kecil bersama anak mereka
yang berusia 5 tahun, Christopher.
Chris
adalah seorang salesman yang menghabiskan seluruh tabungan keluarga untuk
membeli franchise untuk menjual scanner tulang (Bone Density Scanner) portable.
Scanner ini memang mampu menghasilkan gambar lebih baik dari X-ray, tetapi
kebanyakan dokter yang ditemui Chris beranggapan bahwa harganya terlalu mahal.
Linda, istrinya, bekerja sebagai buruh di sebuah laundry.
Keluarga
kecil ini mulai terpecah ketika mereka menyadari bahwa mereka tak mampu
membayar sewa rumah dan tagihan-tagihan yang semakin menumpuk. Keadaan
diperparah oleh kebiasaan Chris yang memarkir mobilnya sembarangan. Karena tak
mampu membayar surat tilang, mobil Chris akhirnya disita. Puncaknya, Linda
pergi meninggalkan Chris dan pergi ke New York City. Awalnya ia hendak membawa
serta Christopher, namun urung atas permintaan Chris.
Dalam
keadaan putus asa, Chris tak sengaja berjumpa dengan seseorang yang membawa
Ferari warna merah. Chris bertanya kepada orang itu, pekerjaan apa yang ia
lakukan sehingga mampu membeli mobil mewah? Orang tersebut menjawab bahwa ia
adalah seorang pialang saham. Sejak saat itu Chris memutuskan untuk berkarier
sebagai pialang saham.
Chris
menerima tawaran magang tanpa dibayar di sebuah perusahaan pialang Dean Witter
Reynolds yang menjanjikan pekerjaan bagi peserta magang terbaik. Dalam masa
magang yang tak dibayar itu, Chris mulai kehabisan uang. Akhirnya ia diusir
dari rumah sewanya dan menjadi tuna wisma. Selama beberapa hari ia tidur di
tempat-tempat umum, namun kemudian ia memutuskan untuk tidur di rumah singgah
Glide Memorial Chruch.
Karena
keterbatasan tempat, mereka harus mengantri untuk mendapatkan kamar. Kadang
mereka berhasil, kadang gagal dan terpaksa tidur di luar. Kemiskinan dan
ke-tunawisma-an ini semakin mendorong tekad Chris untuk menjalankan tugas
dengan giat dan mendapatkan pekerjaan di Dean Witter Reynolds.
Di
akhir cerita, Chris berhasil menjadi peserta terbaik dan diterima bekerja di
sana. Beberapa tahun kemudian, ia mendirikan perusahaan pialang sendiri,
Gardner Rich. Pada tahun 2006, ia menjual sebagian kecil sahamnya dan berhasil
mendapatkan jutaan dolar dari penjualan itu.
Analisis
film
“Persuit
of Happiness”
Analisis
film menurut kelompok kami jika dikaitan dengan teori-teori motivasi diatas
adalah menurut teori drive bahwa motivasi dapat dikatakan terdiri dari :
a. Suatu keadaan yang mendorong
Keluarga
kecil ini mulai terpecah ketika mereka menyadari bahwa mereka tak mampu
membayar sewa rumah dan tagihan-tagihan yang semakin menumpuk. Keadaan
diperparah oleh kebiasaan Chris yang memarkir mobilnya sembarangan. Karena tak
mampu membayar surat tilang, mobil Chris akhirnya disita. Puncaknya, Linda
istri Chris pergi
meninggalkan Chris dan pergi ke New York City. Awalnya linda ingin
membawa serta anaknya Christoper tapi tidak diperbolehkan oleh Chris hal ini
membuat Chris harus menghidupi anak satu-satunya tersebut. Akhirnya chris
diusir dari apartemennya dan menjadi tuna wisma tiap hari mereka tidur
dijalanan atau di fasilitas umum seperti dalam toilet, stasiun kereta, halte
bus dan tempat umum lainnya.
b. Perilaku mengarah ke tujuan yang di
ilhami oleh keadaan terdorong
Peilaku Chris adalah dengan membeli
suatu barang karena awalnya chris adalah seorang salesman, chris menghabiskan
seluruh uang tabungan keluarganya untuk membeli scanner tulang (Bone Density
Scanner) portable. Scanner ini memang mampu menghasilkan gambar lebih baik dari
X-ray, tetapi kebanyakan dokter yang ditemui Chris beranggapan bahwa harganya
terlalu mahal. Jika alat tersebut terjual chris bisa menggunakan uang tersebut
untuk biaya kehidupannya selama 1 bulan, tapi alat tersebut tidak terjual. Saat
sedang menjual alat tersebut Chris menemui seorang pria dengan mobil ferrari
berwarna merah, ia langsung menghampiri orang tersebut dan bertanya pekerjaan
apa yang orang tersebut kerjakan sampai bisa membeli mobil ferari tersebut,
pria itu menjawab pekerjaan saya adalah seorang pialang saham. Chris menerima
tawaran magang tanpa dibayar di sebuah perusahaan pialang Dean Witter Reynolds
yang menjanjikan pekerjaan bagi peserta magang terbaik.
c. Pencapaian tujuan yang memadai
Chris berhasil menjadi peserta terbaik
dan diterima bekerja di sana. Beberapa tahun kemudian, ia mendirikan perusahaan
pialang sendiri, Gardner Rich.
d. Pengurangan keadaan terdorong dan
kepuasaan subjektif dan kelegaan ketika tujuan sudah tercapai.
Pada tahun 2006, ia menjual sebagian
kecil sahamnya dan berhasil mendapatkan jutaan dolar dari penjualan itu.
Source
Dwi
Riyanti, B.P (1998). Psikologi Umum 2 Seri Diktat Kuliah. Depok: Universitas
Gunadarma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar